Ini Evaluasi Shin Tae-yong Usai Timnas Kalah dari Afghanistan

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong tidak puas dengan hasil yang diraih anak asuhnya saat kalah 0-1 dari Afghanistan dalam laga uji coba di Stadion Gloria Antalya, Turki, Selasa (16/11/2021) malam WIB.

Shin Tae-yong menyoroti penampilan Evan Dimas dan kawan-kawan yang dinilainya masih meninggalkan banyak kekurangan, termasuk penerapan taktik dan teknik mengoper bola atau passing.

baca juga: Berapa Harga Tiket Pertandingan Piala Dunia Qatar 2022?

"Kita dapat hasil yang sangat disayangkan, harusnya kita bisa meraih kemenangan pada pertandingan kali ini," kata Shin Tae-yong dalam keterangan PSSI .

"Taktik tidak berjalan dengan apa yang saya inginkan dan juga ada jetlag juga dari pemain. Kondisi pemain saya lihat juga tidak begitu baik," terangnya.

baca juga: George Russell Aset Besar F1, Tandem Hamilton Musim 2022

Shin Tae-yong menegaskan bahwa timnas Indonesia harus segera bangkit dari kekalahan dan membenahi segala kekurangan dalam laga kontra Afghanistan, salah satunya perihal passing.

"Harus diperbaiki itu kesalahan dalam melakukan passing. Tadi gol yang terjadi itu bermula dari kesalahan passing yang dilakukan oleh pemain," kata Shin Tae-yong.

baca juga: Pebulutangkis Peringkat 7 Dunia Mundur dari Timnas Malaysia

Setelah Afghanistan, timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Myanmar dalam laga uji coba pada 25 November mendatang di venue yang sama. Kemenangan diincar Skuad Garuda untuk menaikan moral tim jelang Piala AFF 2020.

"Untuk pertandingan selanjutnya melawan Myanmar harus kita menangkan," tegas pelatih 52 tahun tersebut.

baca juga: Jokowi: Indonesia Berada dalam Fase Penting Pemulihan Ekonomi

Selain menghadapi Afghanistan dan Mynamar, timnas Indonesia juga dijadwalkan menjalani laga uji coba kontra tim kasta teratas Liga Turki (SuperLig), Antalyaspor pada 28 November 2021.

Uji coba ini merupakan rangkaian dari persiapan timnas Indonesia jelang menghadapi Piala AFF 2020 yang bakal bergulir pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 di Singapura.

Editor: Eko Fajri