Jalani Tes Fungsional, Skuad PSS Siap Jalani Latihan Berat

SLEMAN, KLIKPOSITIF - PS Sleman kembali memulai program latihan sebagai bekal mengarungi kompetisi Liga 1 yang akan datang. Sebelum mulai berlatih, anak asuh pelatih Dejan Antonic ini wajib menjalani beberapa rangkaian tes, salah satunya tes fungsional.

Luthfinanda Amary Fisioterapis PS Sleman mengatakan pemain telah melakukan tes fungsional. Tes ini meliputi sprint, agility, koordinasi, eksplosif, power, test kekuatan otot. Secara keseluruhan dikatakannya hasil para pemain semua siap digenjot di pre season ini oleh Coach Dejan dan staf.

baca juga: Proses Naturalisasi Selesai, Ezra Walian Dapat Kembali Membela Timnas

"Tes fungsional Ini telah dilakukan pada Jumat 21 Mei 2021 lalu dan dijadikan gambaran bagi medis dan pelatih untuk menyiapkan kekurangan para pemain. Kekurangan tersebut akan dijelaskan lewat hasil tes, dibarengi dengan penyusunan program latihan yang tepat," kata Luthfinanda Amary Fisioterapis PS Sleman pada Selasa 25 Mei 2021.

Ia menjelaskan dari hasil tet fungsional didapati bahwa kondisi para penggawa dinilai cukup baik. Bahkan beberapa pemain yang terkena cidera pasca Piala Menpora lalu juga sudah pulih dan dapat berlatih seperti biasa.

baca juga: PSSI Melakukan Pertemuan dengan Federasi Sepakbola Uni Emirat Arab, Apa yang Dibahas?

"Tiga minggu libur kondisi anak-anak sudah cukup baik, termasuk juga yang sedang pemulihan pasca Piala Menpora kondisinya sudah baik. Masalahnya cuma yang pasca cedera butuh kerja lebih keras untuk mengejar teman-temannya," ujarnya.

Lebih lanjut, risiko cidera memang takkan terhindarkan, untuk itu selama masa pre atau in season kompetisi Luthfi dan tim sudah menyiapkan skema dan program supaya para penggawa mendapat perawatan yang baik. Salah satunya dengan rutin melakukan pemeriksaan kepada pemain dan ofisial.

baca juga: Seleksi Tahap Kedua, Bima Sakti Uji Kemampuan 40 Pemain Untuk Timnas U-16

"Meskipun sudah dicek tapi saya punya pemeriksaan sendiri secara manual dan kebetulan saya selalu mendampingi tim dalam melakukan pemeriksaan. Misalnya ada beberapa pemain yang cideranya sering berulang, kita punya program prevention injury, dimana program ini sudah dibagikan juga ke anak-anak buat pencegahan cidera itu sendiri," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera