Begini Format Liga 2 Musim Ini yang Disiapkan PT LIB

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya mengungkap format untuk Liga 2 musim ini. Terdapat sedikit berubahan jika dibandingkan dengan format kompetisi kasta kedua sepakbola Tanah Air itu musim lalu.

Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita mengatakan Liga 2 musim ini akan tetap diikuti oleh 24 tim yang nantinya akan dibagi ke dalam empat grup.

baca juga: Persiapan Untuk Arungi Liga 3, Gasliko Seleksi Seratusan Pemain

Kompetisi ini akan berlangsung dengan bentuk Home Tournament atau terpusat di satu wilayah. Nantinya akan dipilih salah satu kota untuk dijadikan lokasi tuan rumah.

Perbedaan format Liga 2 musim ini dengan musim lalu terletak di fase grup. Musim ini, Liga 2 akan berlangsung secara double round robin hingga perempat final.

baca juga: Fakultas Teknologi Industri UBH Targetkan Raih Akreditasi Internasional

"Tapi untuk babak selanjutnya seperti semifinal dan final pertandingan akan kembali digelar single match. Sementara itu rencananya kami akan menggelar Liga 2 ini selama enam bulan," beber Akhmad Hadian Lukita saat dihubungi awak media beberapa waktu lalu.

Format ini dinilai PT LIB sebagai yang terbaik di masa pandemi. Menggelar pertandingan secara terpusat, bakal meminimalisir penyebaran Covid-19, sekaligus menghilangkan masalah infrastruktur di mana tak semua klub memiliki venue memadai.

baca juga: Era Netanyahu Berakhir Setelah 12 Tahun Berkuasa, Ini Tanggapan Pemimpin-pemimpin Dunia

Akhmad Hadian menjelaskan tidak semua stadion Liga 2 bisa diaplikasikam memakai protokol kesehatan (prokes). Oleh sebab, home tournament jadi jalan tengahmya.

"Tidak gampang merancang Liga 2, klubnya lebih merata dari Liga 1 , jadi lebih banyak di daerah. Tantangannya bagaimana menyelenggarakan pertandingan yang lebih berkualitas," ucapnya.

baca juga: Kemendagri Buka Input Data, Pemda Diminta Segera Isi Data Inovasi Daerah

"Kebanyakan infrastruktur stadion Liga 2 belum bisa disesuaikan dengan protokol kesehatan," pungkas lelaki asal Jawa Barat itu.

Editor: Eko Fajri