Bek Asal Brazil Ini Bikin Tato Bendera Indonesia di Lengannya, Ikut Jejak Marc Klok?

Jaimerson Xavier buat tato baru bergambar bendera Indonesia.
Jaimerson Xavier buat tato baru bergambar bendera Indonesia. ((Instagram/jaimesilva03))

KLIKPOSITIF - Bek asal Brasil, Jaimerson Xavier, baru-baru ini menunjukkan rasa bangganya untuk Indonesia. Bagaimana tidak, dia rela membuat tato bendera Indonesia di lengannya.

Jaimerson Xavier sudah berkarier di sepak bola Tanah Air sejak 2017 silam. Bek berusia 30 tahun ini pernah bermain untuk Persija Jakarta dan Madura United selama kariernya di Indonesia.

baca juga: Dampak Stimulus Pemeintah, Jokowi Klaim Industri Otomotif Bangkit

Selama sekitar empat tahun berkarier di Tanah Air ternyata Jaime, sapaan akrab Jaimerson Xavier, sudah jatuh hati dengan Indonesia.

Melalui akun media sosial Instagramnya pada Rabu (10/2/2021), Jaime mengunggah sebuah foto yang menunjukkan rasa cintanya kepada Indonesia. Buktinya dirinya baru saja membuat tato bendera Indonesia di lengannya.

baca juga: Mendikbud Pasang Target 75 Ribu Guru Ikut Pembatik Tahun Ini

"Dengan saya selalu (emoji bendera Indonesia)," tulis Jaime dalam keterangan postingannya.

Sontak postingan Jaime ini membuat warganet heboh, sehingga membanjiri kolom komentarnya. Warganet menebak Jaime ingin dinaturalisasi dan bermain untuk Timnas Indonesia.

baca juga: Menhub Sebut Seluruh Awak Pesawat Sudah Divaksin

"Siap bela Timnas Indonesia?" komentar nardon017.

" Naturalisasi ?" tulis agunghrdmn_07.

baca juga: Kontingen Indonesia Masih Bisa Tambah Wakil untuk Olimpiade Tokyo

"Wah bau bau mau jadi wni ini. Ikut jejak Marc Klok," komentar abhiramaghaniriwardana123.

Sementara itu, Jaime sendiri sebelumnya tercatat sebagai pemain Madura United sebelum Liga 1 2020 dibatalkan karena adanya pandemi virus Corona.

Sayangnya, Madura United memutuskan untuk membubarkan tim karena Liga 1 2020 kemarin tidak menemui kejelasan. Madura United sendiri akan mempersiapkan tim kembali jika sudah ada kepastian untuk musim baru Liga 1 2021.

Editor: Eko Fajri