Pasca Makan Konate Bergabung, Persebaya Incar Lini Belakang

Aji Santoso saat wawancara usai latihan di Lapangan UNY, Yogyakarta.
Aji Santoso saat wawancara usai latihan di Lapangan UNY, Yogyakarta. (Ade Suhendra)

SELMAN, KLIKPOSITIF - Jelang arungi musim 2020, Persebaya Surabaya yang tengah jalani Training Center (TC) di Yogyakarta semakin siap. Pasalnya, satu persatu pemain anyarnya mulai bergabung dan siap membela tim Bajul Ijo di Liga 1 2020.

Pelatih kepala Aji Santoso usai latihan mengaku senang skuatnya mulai lengkap. Baru-baru ini, posisi lini depan terisi dengan kehadiran Makan Konate yang musim lalu berseragam Arema FC.

baca juga: Jika Diizinkan Ada Penonton, Harga Tiket Liga 1 Berkisar Rp250 Ribu Hingga Rp1,5 Juta, Kok Bisa Semahal Itu?

"Saya senang Konate akhirnya diumumkan manajemen menjadi pemain kita. Dia pemain bagus di lini depan dan semoga Persebaya akan semakin tajam," kata Aji Santoso yang pernah mengantarkan Persebaya juara Liga Indonesia 1997.

Ia menjelaskan untuk posisi lini depan, Konate akan berada di posisi playmaker dan akan menjadi penyuplai bola untuk David da Silva dan Patrich Wanggai. Kemudian posisi winger telah diisi oleh beberapa nama seperti Mahmoud Eid, Irfan Jaya, Supriadi, Bayu Nugroho, dan Oktavianus Fernando.

baca juga: Ada Rencana Liga 1 Pakai Penonton, Ketum PSSI : Sepakbola Tanpa Penonton Itu Memang Hambar

"Saya lihat semua winger dalam performa bagus dan seminggu setelah TC diperkirakan akan semakin terlihat kualitasnya. Sedangkan pada posisi gelandang sudah ada Aryn Williams, M. Hidayat, Alwi Slamat, dan Rachmat Irianto serta Ricky Kambuaya," ujarnya.

Menurutnya, saat ini skuatnya telah mencapai 95 persen. Dimana target selanjutnya adalah mengisi lini belakang atau posisi bertahan baik bek maupun penjaga gawang.

baca juga: Dari 18 Klub Liga 1, Hanya 9 Klub Ini yang Lolos Lisensi Klub AFC 2021

"Skuat kita sudah fix 95 persen. Penambahan berikutnya pada posisi pemain belakang dan kiper yang diperkirakan akan datang dalam beberapa hari ke depan," kata pelatih kelahiran Malang 6 April 1970 silam tersebut. (*)

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Haswandi