Fakhri Husaini Tolak Jadi Asisten Shin Tae-yong

Fakhri Husaini
Fakhri Husaini (Net)

KLIKPOSITIF -- Mantan pelatih timnas Indonesia U-19 , Fakhri Husaini mengaku menolak jika hanya diminta oleh PSSI sebagai asisten pelatih Shin Tae-yong . Meski diakuinya belum ada pembicaraan langsung antara dirinya dengan petinggi PSSI terkait masalah ini.

Sebelumnya, Fakhri Husaini menjelaskan sudah bertemu dengan pengurus PSSI yaitu Danurwindo. Menurut Fakhri, Danur diminta langsung oleh Sekjen Ratu Tisha Destria melakukan pertemuan itu.

baca juga: Struktur INAFOC Piala Dunia U-20 Diharapkan Selesai Bulan Ini

Dari pertemuan tersebut, Danurwindo menjelaskan masa depan dari Fakhri Husaini yang katanya bakal tetap menjadi bagian dari timnas Indonesia U-19. Namun, jabatan apa yang diberikan tergantung pelatih yang dipilih PSSI .

Sebelum resmi menunjuk Shin Tae-yong, PSSI memiliki kandidat lain yaitu Luis Milla. Dari kedua pelatih tersebut ada nasib Fakhri yang ditentukan.

baca juga: Wajah Baru di TC Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti Ikutkan Pencetak Gol Terbanyak Piala Soeratin U-15

Jika Milla yang terpilih, juru racik asal Spanyol tersebut hanya fokus bersama timnas senior. Berbeda dengan Shin Tae-yong yang memang telah disebutkan turut andil di semua level tim nasional.

Kini, Tae Yong telah jadi pelatih timnas Indonesia. Bukan hanya di senior melainkan juga di timnas U-20 yang menjadi fokusnya.

baca juga: Dengan Protokol Kesehatan Ketat, Timnas U-16 Kembali Jalani TC

"Sampai sekarang saya hanya menganggap pengurus PSSI yang baru menemui saya itu Danurwindo. Beliau informasi disuruh Tisha menemui saya menyampaikan bahwa kalau Milla jadi pelatih tidak akan ambil tim yang di bawahnya," kata Fakhri Husaini saat dihubungi, Selasa (7/1/2020) melansir suara.com

"Tapi kalau Shin Tae-yong dia aka membawa asistennya untuk di U-23 sampai U-19," jelas pelatih yang pernah menukangi timnas Indonesia U-16 itu.

baca juga: Pemerintah Siapkan Rp600 Miliar untuk TC dan Piala Dunia U-20 2021

Fakhri memiliki alasan kuat menolak menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong. Salah satunya adalah beban.

"Danurwindo sampaikan saya masih jadi bagian dari timnas U-19, tapi saya tanya sebagai apa? Kalau asisten pelatih dasarnya apa? Kalau cuma jadi asisten ngapain saya ke sana ninggalkan pekerjaan, ninggalkan keluarga," ucapnya.

"Tapi kalau saya mau cari aman, enak itu jadi asisten pelatih. Bebannya tidak ada. Tapi, masa saya iya saya yang terbiasa dengan beban yang berat itu diambil," ia menambahkan.

"Artinya kalau Danurwindo dianggap mewakili PSSI berarti perkataan saya (menolak) sudah sampai ke sana," jelasnya.

Lebih lanjut, Fakhri kembali menjelaskan belum ada pertemuan dengan petinggi PSSI . Termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

"Sebelum Danur datang Pak Iwan (Mochamad Iriawan) ada omongan 'coach ada waktu tidak ketemuan? ' Cuma waktu itu saya ada tugas kantor, lalu saya bilang diatur ulang jadwal. Kalau pakai jadwal yang Pak Iwan saya tidak bisa, akhirnya saya buat jadwal. Lalu pak Iwan yang gak bisa karena ada acara di luar negeri. Abis itu tidak ada kontak lagi," pungkasnya.

Sejauh ini, baru Nova Arianto saja yang kemungkinan mendampingi Shin Tae-yong. Begitu juga dengan Indra Sjafri yang telah memastikan membantu pelatih asal Korea Selatan itu.

Editor: Rezka Delpiera