Ini Pengakuan Suporter Indonesia Asal Sumbar yang Mengalami Pemukulan di Malaysia

Yovan Love Indo (23), ia mengaku menjadi korban sweeping suporter Malaysia saat mendukung Timnas
Yovan Love Indo (23), ia mengaku menjadi korban sweeping suporter Malaysia saat mendukung Timnas (KLIKPOSITIF/ Halber)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Yovan Love Indo (23), mengaku menjadi korban sweeping suporter Malaysia saat akan memberikan dukungan terhadap pemain Indonesia pada laga Indonesia vs Malaysia pada 19 November 2019 di Stadion Bukit Jalil.

"Kejadiannya sehari sebelum laga, yaitu pada tanggal 18 November 2019. Saya dipukuli oleh belasan suporter malaysia yang melakukan sweeping," ujarnya Yovan yang merupakan anggota suporter Semen Padang FC, Spartaks, kepada KLIKPOSITIF , Sabtu 23 November 2019.

baca juga: Rossi Tanda Tangan Kontrak dengan Petronas Jelang Balapan Catalunya

Ia mengatakan, saat itu ia keluar untuk mencari makanan di daerah Bukit Bintang yang tidak terlalu jauh dari stadion.

BACA JUGA:  PSSI Sudah Laporkan Insiden Suporter di Kuala Lumpur

baca juga: Febri Diansyah Mundur dari KPK, Ini Respon Novel Baswedan

"Awalnya kami ramai dan semuanya aman-aman saja. Setelah itu kami memutuskan untuk berpisah pulang ke penginapan masing-masing," tuturnya.

Ia menceritakan, saat itu dirinya tinggal berdua dengan temannya yang bernama Fuad dari Jakarta. Karena ingin kembali ke penginapannya di Jalan Pudu, ia memesan taksi online.

baca juga: Pemerintah Targetkan Emisi Gas Rumah Kaca Turun 834 Juta Ton pada 2030

"Sebelum kami naik taksi online itu, belasan orang datang menarik kami berdua," ujarnya.

Menurutnya, saat ditarik oleh belasan orang itu ia ditanya dan dibentak. "Mereka menanya saya 'kamu indon' saya diam saja," katanya.

baca juga: Mengaku Selalu Nonton, Ini Kata Mahfud MD Soal Film G30S PKI

Setelah itu, belasan orang tersebut memaksanya untuk berbahasa melayu untuk memastikan bahwa mereka berasal dari Indonesia.

"Kami hanya diam saja saat mereka menyuruh berbahasa melayu seperti mereka. Karena tidak bisa, kami diam saja," lanjutnya.

BACA JUGA:  Kemenpora Segera Layangkan Surat ke Malaysia Terkait Insiden di Bukit Jalil

Karena ia tetap diam, belasan orang itu langsung melayangkan pukulan kepada mereka berdua secara bergantian. "Mereka bergantian memukuli saya dan teman saya," lanjutnya.

Ia tidak mampu melakukan perlawanan karena belasan orang itu mengeroyoknya secara bergantian hingga ia tidak mampu lagi bergerak.

"Yang sangat jelas itu saya dipukul menggunakan helm hingga saya tumbang dan tidak mampu lagi bergerak. Mereka mengambil uang yang ada di dalam tas saya sebanyak 150 ringgit Malaysia," lanjutnya.

Sementara temannya juga dijarah. Uang, paspor, telepon genggam dan beberapa peralatan lainnya dibawa oleh belasan orang yang merupakan supporter Malaysia itu.

Ia mengalami luka memar di bagian wajah dan sakit di bagian tubuh lainnya. Terlihat jelas luka memar di bagian mata sebelah kanan.

"Setelah itu saya mencoba menghubungi teman-teman supporter karena beruntung handpon milik saya berhasil saya selamatkan," lanjutnya.

Setelah diselamatkan oleh supporter Indonesia yang lain, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit yang ada di lokasi tersebut.

Yovan juga mengatakan bahwa dirinya telah melaporkan kejadian itu kepada pohak kepolisian Malaysia.

"Kami sudah melapor ke pihak kepolisian, katanya akan diproses dan sesuai dengan jadwal kepulangan, saya tidak bisa terlalu lama menunggu di sana," ujarnya.

Ia berharap pemerintah Indonesia bisa membantunya untuk menanyakan kepada pemerintah Malaysia untuk proses kasus penganiayaan dan perampasan terhadapnya oleh suporter Malaysia. [Halbert Caniago]

Penulis: Eko Fajri