Menakar Skema dan Taktik Semen Padang FC di Tangan Caretaker

Welliansyah
Welliansyah (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Welliansyah secara resmi kini telah menangani tim Semen Padang FC pasca mundurnya pelatih kepala Syafrianto Rusli, Senin 8 Juli 2019 lalu.

Tugas berat menanti Welliansyah untuk mengangkat kembali posisi Semen Padang FC dari zona degradasi di Liga 1 2019 . Saat ini, Irsyad dan kawan-kawan berada di posisi 17, mengoleksi 3 poin dari catatan 3 kali seri dan 3 kali kalah.

baca juga: Ini 7 Regulasi Baru yang Mungkin Dipakai di Liga 1 2020

Analis sepakbola, Dian Oktoveri mengatakan mundurnya Coach Syafrianto Rusli adalah konsekuensi kecil dari ketidaksiapan tim dalam menghadapi kompetisi Liga 1 2019 . Menurutnya, ketidaksiapan tersebut meliputi budgeting pemain, efektivitas penggunaan budgeting yang kabarnya minim dan konsekuensi kepada kualitas pemain asing yang dibeli cukup mahal.

"Perlu diingat, sebagus apapun pelatih dalam hal strategi dan taktikal, kalau kualitas pemain asing yang diharapkan tidak mampu memback-up pemain lokal, saya tidak yakin sekelas Guardiola pun bakal sukses mengangkat tim ini ke puncak klasemen," kata Duta Filanesia dan mantan Coach Analyst Semen Padang FC 2017.

baca juga: Semen Padang FC Siap Ikuti Lanjutan Liga 2 2020

Dian Okta menjelaskan, mundurnya Coach SR saat ini hanya akan memuaskan syahwat supporter. Ia meyakini, selama dipegang Welli pun, tidak akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap tim.

"Bukan merendahkan kualitas Welliansyah, sebab materi timnya masih sama. Terlebih nantinya jika Coach Wel sebagai Caretaker tidak melakukan hal-hal yang signifikan baik secara teknis maupun non teknis dalam menyiapkan tim," ujar pria kelahiran Tanjung Ampalu , 28 Oktober 1985 tersebut.

baca juga: Ini Profil Pemain Tim Liga Inggris yang Dipanggil TC Timnas Indonesia

Dikatakannya, menjelang putaran kedua supporter harus sabar menerima kenyataan yang mungkin akan menimpa tim ini, salah satunya terpuruk di dasar klasemen. Lebih lanjut, ditambahkannya hal pertama yang wajib dilakukan Coaches Staff di bawah Coach Wel adalah mengembalikan kepercayaan diri pemain dan mengembalikan kondusifitas tim.

"Kemudian kepada semua elemen di dalam tim, mari percayakan kesempatan kepada potensi-potensi yang selama ini belum dapat kesempatan untuk menggantikan pemain-pemain seperti Max Danny, Pulatov yang hingga pekan ke-7 menurut saya belum juga berkontribusi positif. Termasuk opsi memasukkan kembali Saiful Indra Cahya ke Starting XI mengingat kualitas dan pengalamannya dibutuhkan," katanya.

baca juga: Mantan Pemain FC Twente Tinggalkan Tira Persikabo, Ini Alasannya

Hal ini dikatakanya tentu dengan konsekuensi kembali dengan patron Back Four. Sebab menurut mantan Coach Analyst PS TIRA tahun 2018 ini hingga pekan ke-7 cara bermain dengan 3 Center Back (CB) ini sangat merugikan tim saat attacking karena 3 CB ini tidak proaktif support ke lini tengah membantu 2 Central Midfielder (CMF).

"Akibatnya adalah 2 CMF tadi kewalahan menghadapi rata-rata 3 Midfielder lawan dan bahkan lebih 2 Winger lawan yang ikut menyerang dan terlebih 2 bek sayap yaitu Boas dan Rifqi tidak cukup cakap bermain masuk ke tengah saat attacking," ujar Coach Analyst Tim Pra PON Sumbar 2019 tersebut.

Menurutnya, tidak ada salahnya mencoba 4-2-3-1 dengan susunan pemain Teja Pakualam dengan empat lini belakang Saiful Indra Cahya, Agung Prasetyo, Dedi Gunawan, dan Leo Guntara. Kemudian dua pemain Fridolin Kristof Yoku dan Rudi atau Rosad Setiawan serta tiga pemain lini tengah Jose Sardon, Dedi Hartono dan Irsyad Maulana serta satu pemain depan Riski Novriansyah.

(Ade Suhendra)

Penulis: Rezka Delpiera