16 Tahun Pengabdian, 'Paolo Maldini' Semen Padang FC Akhiri Karir Musim Ini?

Kapten dan legenda hidup Semen Padang FC, Hengki Ardiles.
Kapten dan legenda hidup Semen Padang FC, Hengki Ardiles. (KLIKPOSITIF)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Setelah memastikan timnya lolos ke Liga 1 dan putaran Final Liga 2 2018, el capitano Hengki Ardiles mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa gembiranya. Bek kelahiran 20 Mei 1981 ini mengaku sangat bersemangat, terlebih melihat ada regenerasi di dalam tim.

Namun, Hengki sendiri menyadari saat ini sudah tidak muda lagi. Bahkan, niatan untuk pensiun pun pernah muncul dari bapak dua anak ini. Tapi, semangat untuk terus memberikan kemenangan kepada tim Kabau Sirah masih menjadi motivasi baginya agar terus bermain.

baca juga: Ini 8 Tim Perempatfinalis Liga Europa, Berebut Gelar Juara di Jerman

Pemegang nomor punggung 11 ini mulai bergabung dengan Semen Padang FC ketika bergabung dengan tim junior pada tahun 1999. Satu tahun berselang, Hengki muda sukses memimpin rekan-rekannya menembus babak semi final Piala Soeratin.

Setelah itu, Hengki bersama sejumlah kolega seangkatannya seperti Oktavianus, Rifky Firdaus, Suyatno, Febi Martika Chandra, Tommy Pranata dan beberapa pemain lainnya, mulai dilirik masuk tim senior. Meski mereka tak langsung mendapatkan tempat di tim inti Semen Padang FC.

baca juga: Ini Jadwal Latihan Perdana Timnas Senior dan U-19

Selain itu, Hengki Ardiles sendiri dikenal sebagai pemain yang sangat loyal kepada Semen Padang FC. Sejak bergabung dengan tim Kabau Sirah, dia hanya sekali berganti seragam, yakni Persikabo pada tahun 2006 hingga 2008. Tapi setelah itu, Hengki dipanggil lagi, karena Semen Padang FC membutuhkan tenaganya.

Sejak 2008, Hengki tak lagi pernah tergeser dari skuat inti, walaupun pelatih silih berganti menukangi tim yang bermarkas di Indarung tersebut. Era kejayaan Hengki pun dimulai di Semen Padang sampai sekarang dengan status kapten tim sejak 2012 menggantikan Ellie Aiboy.

baca juga: Ingin Jadi Polisi, Pemain Muda Bali United Ini Pilih 'Pensiun'

Tidak itu saja, pemain terbaik Indonesian Premier League (IPL) tahun 2011 ini juga dikenal sebagai sosok guru dan mentor bagi para pemain muda di Semen Padang FC. Dia pun sempat berseragam tim Nasional U-23 pada tahun 2009 dan timnas Senior tahun 2012 lalu.

Agaknya, sosok Hengki Ardiles pun layak disamakan dengan legenda sepakbola Italia, Paolo Maldini. Pria 50 tahun itu adalah seorang mantan pesepak bola profesional Italia yang bermain pada posisi bek kiri dan bek tengah di klub Serie A, AC Milan dan tim Nasional Italia.

baca juga: Timnas Belum Gelar Latihan, Ini Kata Shin Tae Yong

Dia menghabiskan seluruh kariernya di Serie A selama 25 tahun bersama AC Milan sebelum pensiun pada umur 41 pada tahun 2009. Begitu juga dengan Hengki, memiliki posisi yang sama dan juga kharisma yang sama di mata rekan-rekan satu tim serta sama-sama bermain lebih dari 10 tahun di timnya masing-masing.

Berikut wawancara KLIKPOSITIF dengan Hengki Ardiles mengenai rencana karirnya ke depan:
Penulis: Selamat atas kemenangan tim hari ini Kapten!
Hengki: Terima kasih. Ini berkat doa kita semua

Penulis: Setelah kemenangan ini, Semen Padang FC akan melakoni laga final melawan PSS Sleman. Bagaimana uda melihat peluang tim?
Hengki: Pertama, saya sangat gembira tim sudah kembali ke Liga 1. Tentunya, yang terdekat ini kita ingin meraih juara Liga 2 .

Penulis: Setelah itu, apa rencana uda?
Hengki: Ini pertanyaan yang cukup sulit saya jawab. Yang jelas, saya akan menerima semua keputusan yang diberikan oleh manajemen kepada saya. Ada pertimbangan juga sebenarnya dari faktor umur.

Penulis: Jika disuruh memilih, apakah tetap berkarir atau gantung sepatu, uda pilih mana?
Hengki: Hmm..... biar nanti setelah Final saya putuskan.

Penulis: Bagaimana uda melihat perkembangan tim setelah puluhan tahun membela Semen Padang FC?
Hengki: Tim ini luar biasa. Regenerasi pemain sangat cepat dan banyak pemain berkualitas tercipta disini.

Penulis: Apabila disuruh memilih lagi, uda pilih siapa untuk menggantikan sosok kapten di dalam tim?
Hengki: Semua pemain berpotensi. Irsyad bisa, Nanak juga bisa.

Penulis: Terakhir, jika musim depan mengharuskan uda gantung sepatu, apa yang uda lakukan?
Hengki: Jika memang harus pensiun, saya akan dengan senang hati melakukannya. Saya sendiri juga sudah mengambil lisensi kepelatihan. Mudah-mudahan, ilmu selama jadi pemain juga bisa saya tularkan jika memang jadi pelatih nantinya.

Penulis: Terima kasih uda. Semoga bisa terus menginspirasi.
Hengki: Sama-sama. Saya juga berterima kasih atas semua dukungan dari berbagai pihak sepanjang karir sepakbola saya.

Penulis: Agusmanto