Selama Blusukan Mencari Pemain, Indra Sjafri Sebut Yabes Roni Terunik

Indra Sjafri
Indra Sjafri (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF --  Pelatih Timnas Indonesia U-16, Indra Sjafri mengaku dari sekian banyak perekrutan yang dilakukan dalam mencari pemain terbaik untuk bibit Timnas, Yabes Roni Malaifani paling berkesan baginya. Bahkan lebih berkesan dari Evan Dimas dan Egi Maulana Vikri. Kenapa demikian?

Diceritakan Indra Sjafri , awalnya dia diajak Setya Novanto untuk blusukan ke Nusa Tenggara Timur pada tahun 2013 lalu. Jadwal seleksi untuk mencari pemain hanya satu hari di NTT, namun ada telepon dari Alor untuk menyeleksi 11 orang pemain, termasuk diantaranya Yabes.

baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, PSSI Berduka

"Saat itu tiket pesawat sudah terpesan, namun saya undur keberangkatan ke Jakarta sebab pemain dari Alor belum sampai karena pesawat tidak bisa mendarat karena hujan. Saya waktu itu berpikir masa iya ada pemain dari Alor daerah yang terpelosok di NTT," ujarnya, Senin 19 November 2018 di Padang.

Pelatih yang berhasil melahirkan pemain terbaik Timnas dua generasi (era Evan Dimas dan Egi Maulana Vikri) itu mengaku, terkesan dengan beberapa pemain dari Alor. Empat dari sebelas orang yang mengikuti seleksi diambilnya, namun Yabes yang masuk Timnas.

baca juga: Sumut dan Aceh Jadi Tuan Rumah PON 2024

Pada saat seleksi, ada seorang anak yang antri menunggu temannya istirahat bermain dan langsung meminjam sepatu temannya. Dialah Yabes Roni Malaifani. Skill dan kemampuannya bagus dan lulus seleksi.

"Saya berkunjung kerumahnya. Ibunda Yabes memberikan kain tenun berupa selendang kepada saya. Saya dengarkan cerita ibunya," lanjut Indra Sjafri .

baca juga: Masih Ingat Todd Rivaldo Ferre? Mantan Pemain Timnas U-19 Ini Dikabarkan Bakal Main di Liga Thailand

Dari cerita ibunya, untuk menghidupkan Yabes, ibunya harus naik gunung memetik buat Kenari satu minggu memenuhi kebutuhan dua minggu.

"Sekarang Yabes sudah Alhamdulillah. Besok dia wisuda. Bergabung dengan Bali United dengan gaji Rp30 juta sampai Rp40juta sebulan. Saya bangga dan bersyukur. Dia juga sudah beli rumah, tapi tetap saja orang kampung cat rumahnya hijau norak kayak orang Alor. Saya tanya Yabes kenapa cat rumah kamu begitu ini kan sudah di kota. Apa jawabnya 'Ini ndak boleh, mama pingin begini toh'," cerita Indra sambil tertawa.

baca juga: Mantan Pelatih Timnas Indonesia Seleksi Ratusan Pemain Muda Payakumbuh dan Limapuluh Kota

Putra terbaik Batang Kapas, Pesisir Selatan itu mengaku bangga dan bahagia telah memberikan perubahan kepada anak didiknya. Sejak 2011 blusukan mencari putra terbaik untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

"Evan dan Egi sudah hidup di Kota. Tapi, Yabes memang orang kampung dan kehidupan keluarga yang sangat memprihatinkan. Kini mereka telah sukses. Alhamdulillah," tukasnya.o

[Joni Abdul Kasir]

Penulis: Agusmanto