Piala Dunia 2018, Terulangnya Siklus 20 Tahunan Vs Pengulangan Sejarah

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Kroasia menjadi tim terakhir yang memastikan diri lolos ke babak semifinal Piala Dunia Rusia 2018. Kroasia satu-satunya tim yang lolos ke fase empat besar dengan melalui babak adu penalti setelah bermain imbang 2-2 dalam waktu normal dan ditambah babak perpanjangan waktu.

Di semifinal Kroasia akan menghadapi Inggris . Inggris lolos setelah mengalahkan Swedia. Pertandingan Kroasia melawan Inggris akan digelar di Luzhniki pada hari Kamis (12/7/2018) dini hari WIB.

baca juga: Kontingen Indonesia Masih Bisa Tambah Wakil untuk Olimpiade Tokyo

Dua tim lainnya yang akan bertarung untuk satu tiket di partai final adalah Perancis dan Belgia . Laga ini akan digelar di Saint Petersburg Stadium pada Rabu (11/7/2018) dini hari WIB.

Namun, sebelum menyaksikan partai semifinal yang mempertemukan empat tim eropa, dengan hanya satu tim yakni Prancis yang memiliki sejarah pernah mengangkat trofi ini pada tahun 1998 saat menjadi tuan rumah, perediksi patut diapungkan meski dengan mengenyampingkan sisi teknis tim dan juga pemainnya, melihat empat tim yang ada di partai empat besar tersebut.

baca juga: Akselerasi Aprilia Makin Bagus, Aleix Espargaro Yakin Bertarung di Level Atas

1. Akan adanya tim baru yang menjuarai piala dunia .

Siklus ini berdasarkan peristiwa yang selalu terjadi di setiap perhelatan piala dunia , dimana setiap 20 tahun sekali akan ada jura dunia baru. Siklus ini dimulai saat Brazil pertama kali merangkul piala dunia yang kala itu bernama Trofi Jules Rimet yang diambil dari presiden FIFA pertama.

baca juga: Hanya Mampu Imbang, Liverpool Tersingkir- Madrid Lawan Chelsea

Setalah keberhasilan Brazil menjuarai piala dunia pada 1958 untuk pertama kali, berturut-turu 20 tahun kemudian ada Argentina pada tahun 1978 yang menjuarai trofi ini, dan disusul 20 tahun dari Argentina yakni Prancis meraihnya pada tahun 1998.

Pada gelaran piala dunia edisi ke 21 turnamen empat tahunan ini, ada dua tim yang maju ke semi final yang belum pernah merangkul trofi ini, yakni Belgia , dan Kroasia , serta dua tim lainnya yakni Inggris dan Prancis sama-sama satu kali pernah meraih trofi bergengsi ini.

baca juga: Menang Lagi dari Dortmund, City ke Semi Final Liga Champions

Dengan posisi Belgia serta Kroasia yang sama-sama tidak berhadapan di partai empat besar tersebut, besar kemungkinan mitos juara baru siklus 20 tahunan ini dapat terulang. Hal ini juga ditopang dengan penampilan kedua tim sejak babak grup yang memperlihatkan kesolitan disemua lini.

Tak ada yang meragukan kemampuan pemain-pemain sekaligus generasi emas Belgia , sebut saja nama-nama seperti Kiper Koen Casteels (Wolfsburg), Thibaut Courtois (Chelsea), Simon Mignolet (Liverpool), Bek mereka Toby Alderweireld (Tottenham Hotspur), Dedryck Boyata (Celtic), Vincent Kompany (Manchester City), Thomas Meunier (Paris St-Germain), Thomas Vermaelen (Barcelona), Jan Vertonghen (Tottenham Hotspur).

Gelandang semacam Yannick Carrasco (Dalian Yifang), Kevin de Bruyne (Manchester City), Mousa Dembele (Tottenham Hotspur), Leander Dendoncker (Anderlecht), Marouane Fellaini (Manchester United), Eden Hazard (Chelsea), Thorgan Hazard (Borussia Monchengladbach), Adnan Januzaj (Real Sociedad), Dries Mertens (Napoli), Youri Tielemans (Monaco), Axel Witsel (Tianjin Quanjian), hingga barisan penyerang yang telah membuktikan kapasitas mereka di kancah klub seperti Michy Batshuayi (Chelsea), Nacer Chadli (West Brom), Romelu Lukaku (Manchester United).

Kroasi yang tampil heroik dalam gelaran ini hingga sampai partai semi final juga tidak kalah mentereng dengan skuad yang berisikan seperti kiper Danijel Subasic (Monaco) yang menggagalkan beberapa kali penalti di piala dunia ini, kapten Luka Modric (Real Madrid) yang mampu membagi bola dan mengatur jalannya pertandingan.

Dengan dibantu nama-nama besar semacam Vedran Corluka (Lokomotiv Moscow), Dejan Lovren (Liverpool), Sime Vrsaljko (Atletico Madrid), Ivan Rakitic (Barcelona), Mateo Kovacic (Real Madrid), Milan Badelj (Fiorentina), Marcelo Brozovic (Inter Milan), Filip Bradaric (Rijeka), hingga penyerang sekelas Mario Mandzukic (Juventus), Ivan Perisic (Inter Milan), Nikola Kalinic (AC Milan), Andrej Kramaric (Hoffenheim), Marko Pjaca (Schalke), Ante Rebic (Eintracht).

Dengan komposisi pemain yang ada tersebut, tidak salah kiranya jika kemungkinan terjadinya siklus 20 tahunan kembali terulang di rusia.

2. Sejarah Inggris dan Prancis

Majunya Inggris dan Prancis ke semi final bukanlah hal yang mengejutkan pada piala dunia 2018 ini, sebab kedua tim memiliki sejarah pernah menjuarai trofi tersebut. Dengan materi pemain kelas dunia yang mereka miliki tidak salah kiranya keduanya juga dijagokan dalam gelaran ke 21 piala dunia .

Inggris mencapai semifinal ketiga mereka di ajang pila dunia, dimana terakhir kali mereka mencapai semi final adalah pada Piala Dunia 1990. Pada piala dunia 2018 dengan ujung tombak sekaligus kapten Ingris Harry Kane tidak salah jika tim ini juga dipercaya bisa mengulang sejarah 1966.

Ada kecocokan momen di tahun 1966 dan 2018 yang membuat Inggris diklaim berpeluang menjuarai Piala Dunia 2018 . Momen ketika Inggris menjadi juara Piala Dunia 1966 diklaim bakal terulang karena pada gelaran 2018 ini ada momen-momen yang serupa. Mulai dari klub yang juara sampai peringkat finisnya.

Momen yang terjadi ketika Inggris juara Piala Dunia 1966 adalah Real Madrid tampil menjadi juara Eropa (Piala Liga/Champions), Burnley tampil di Eropa (finis ketiga di Divisi Satu), Manchester City menjuarai liga (Divisi 2), dan Chelsea finis kelima di Liga Inggris .

Di 2018, seperti yang diketahui, Madrid juga bisa meraih gelar juara Liga Champions, Burnley ke Liga Europa (usai finis ketujuh di Liga Inggris ), City menjadi juara (Premier League), dan Chelsea finis kelima.

Beralih ke timnas Prancis , seperti yang telah diberitakan sebelumnya, berkaca dari pengulangan sejarah yang kerap terjadi di beberapa edisi piala dunia terdahulu, maka Prancis layak dijagokan untuk menjadi juara turnamen empat tahunan edisi kali ini.

Prancis dapat mengulang sejarah piala dunia 2002, atau tepatnya 16 tahun silam. Jika terjadi pengulangan sejarah piala dunia 2002, maka di Rusia kali ini tim yang akan mengangkat Trofi Jules Rimet berasal dari grup C, dimana pada tahun 2002 Brazil yang menjadi juara menempati pemuncak grup dengan menyapu bersih semua pertandingan melawan Turki, Kosta Rika, dan Cina. Pada piala dunia 2018 tim yang mengisi grup tersebut adalah Prancis sebagai pemuncak klasemen didampingi Denmark, Austraila, dan Peru.

Prancis pada piala dunia kali ini bermaterikan pemain-pemain yang bisa dibilang merupakan salah satu tim dengan kekuatan merata disemua sektor, mulai dari penjaga gawang Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), Steve Mandanda (Marseille), Alphonse Areola (PSG) merupakan penjaga gawang utama di tim masing-masing, pemain belakang yang bermaterikan Raphael Varane (Real Madrid), Presnel Kimpembe (PSG), Adil Rami (Marseille), Samuel Umtiti (FC Barcelona), Lucas Hernandez (Atletico Madrid), Benjamin Mendy (Manchester City) juga merupakan palang pintu andalan di klub mereka.

Beranjak ke sektor gelandang terdapat nama-nama besar seperti Paul Pogba (Manchester United), N’Golo Kanté (Chelsea FC), Corentin Tolisso (Bayern Munich), Blaise Matuidi (Juventus), Steven N’Zonzi (Sevilla), Thomas Lemar (AS Monaco).

Kemudian di sektor penyerang tidak ada yang meragukan kemampuan dari Kylian Mbappe (PSG), Olivier Giroud (Chelsea FC), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Ousmane Dembele (FC Barcelona), Nabil Fekir (Lyon), Florian Thauvin (Marseille) yang dapat dipasang pelatih Les Bleus Didier Deschamps secara bersama-sama atau bergantian.

Berikut Hasil Pertandingan Final Piala Dunia dan Juaranya

1930 Uruguay 4–2 Argentina di Montevideo, Uruguay (Uruguay)

1934 Italia 2–1 Cekoslovakia di Roma, Italia (Italia)

1938 Italia 4–2 Hungaria di Paris, Prancis (Italia)

1950 Uruguay 2–1 Brasil Rio di de Janeiro, Brasil (Uruguay)

1954 Jerman Barat 3–2 Hungaria di Bern, Swiss (Jerman Barat)

1958 Brasil 5–2 Swedia di Solna, Swedia (Brazil)

1962 Brasil 3–1 Cekoslovakia di Santiago, Cile (Brazil)

1966 Inggris 4–2 Jerman Barat di London, Inggris ( Inggris )

1970 Brasil 4–1 Italia di Mexico City, Meksiko (Brazil)

1974 Jerman Barat 2–1 Belanda di Munchen, Jerman Barat (Jerman Barat)

1978 Argentina 3–1 Belanda di Buenos Aires, Argentina (Argentina)

1982 Italia 3–1 Jerman Barat di Madrid, Spanyol (Italia)

1986 Argentina 3–2 Jerman Barat di Mexico City, Meksiko (Argentina)

1990 Jerman Barat 1–0 Argentina di Roma, Italia (Jerman Barat)

1994 Brasil 0–0 Italia di Los Angeles, Amerika Serikat (Brazil)

1998 Prancis 3–0 Brasil di Paris, Prancis ( Prancis )

2002 Brasil 2–0 Jerman di Yokohama, Jepang (Brazil)

2006 Italia 1–1 Prancis di Berlin, Jerman (Italia)

2010 Spanyol 1–0 Belanda di Johannesburg, Afrika Selatan (Spanyol)

2014 Jerman 1–0 Argentina di Rio de Janeiro, Brasil (Jerman)

2018 ?? partai Final di Moskow, Rusia


Juara Piala Dunia Terbanyak
5 kali - Brasil
4 kali - Jerman, Italia
2 kali - Argentina, Uruguay
1 kali - Spanyol, Prancis , Inggris

Penulis: Eko Fajri