Preview: Spanyol harus Waspadai Kebangkitan Rusia

Selebrasi para pemain Spanyol.
Selebrasi para pemain Spanyol. (FIFA)

KLIKPOSITIF -- Rusia kembali ke Luzhniki. Stadion terbesar dan simbol kebanggaan Negeri Beruang Merah itu bersiap menyambut kembali Aleksandr Golovin dkk. Di tempat yang sama, di laga pembuka Piala Dunia 2018, sukacita besar meliputi seisi arena kapasitas 81 ribu penonton itu seiring dengan kemenangan telak 5-0 atas Arab Saudi.

Hasil itu memupus keraguan publik Rusia akan kiprah Sbornaya sekaligus melapangkan jalan mereka ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kali sejak Uni Soviet bubar. Hanya saja, Rusia sudah dinanti salah satu favorit juara turnamen, Spanyol. Luzhniki pada Minggu (1/7) malam WIB berpotensi menjadi ladang dukacita.

baca juga: Persiapan Untuk Arungi Liga 3, Gasliko Seleksi Seratusan Pemain

Dilansir dari laman FIFA dan Goal Internasional, fakta menyebut, Rusia memang tidak diunggulkan pada laga ini. Striker mereka, Artem Dzyuba mengaku bahwa timnya butuh sebuah mukjizat untuk bisa lolos ke perempat-final.

"Kami memang telah membuat banyak kemajuan, baik dalam cara bermain maupun hasil akhir. Banyak penggemar kami di seluruh negeri yang larut dalam kegembiraan ini. Tetapi sekarang kami butuh sedikit keajaiban untuk membuat seluruh negeri ini bangga pada kami," kata Dzyuba dalam jumpa pers.

baca juga: Demi Memperjuangkan Ezra Walian ke FIFA, Ini Langkah yang Dilakukan PSSI

Walau begitu, Rusia tidak perlu takut. Spanyol saat ini sedikit rapuh. Dipimpin oleh pelatih darurat Fernando Hierro, Spanyol belum tampil meyakinkan meski mereka berstatus juara Grup B. Bahkan, La Roja sebetulnya nyaris tersingkir sebelum VAR menolong mereka dengan mengesahkan gol penyama dramatis Iago Aspas ke gawang Maroko.

Keberuntungan Spanyol terasa belipat lantaran mereka tergabung dalam bagan turnamen sebelah kanan yang berisikan banyak tim non-unggulan. Jika terus melaju jauh, calon lawan terkuat Tim Matador mungkin hanya Kroasia, Inggris atau Kolombia.

baca juga: Jelang Laga Italia vs Turki, Ini Sejarah Pertemuan Kedua Negara

Lini defensif Spanyol juga sedang rapuh-rapuhnya. Mereka sudah kebobolan lima gol di turnamen ini dan bahkan, David De Gea tercatat belum melakukan penyelamatan satu pun terhadap tembakan yang mengarah ke gawangnya. Walau begitu, De Gea tetap akan dipercaya sebagai kiper nomor satu Spanyol.

Rusia juga bisa berkaca pada duel terbaru mereka melawan Spanyol pada November lalu. Kala itu, mereka sukses menahan imbang Spanyol 3-3. Pelatih Stanislav Cherchesov diharapkan bisa memetik pelajaran penting dari laga persahabatan itu untuk diterapkan pada pertempuran yang sesungguhnya di Moskwa ini.

baca juga: 2 Kali Diberi Kepercayaan Tampil Oleh Shin Tae-yong, Ini Terget Arif Satria Saat Hadapi UEA

Optimisme pun mulai menyembul di kubu tuan rumah. "Gaya bermain Spanyol selalu sama dalam beberapa tahun terakhir. Bek-bek mereka bermain terlalu ke depan sehingga terbuka ruang lebar bagi kami untuk melancarkan serangan balik. Ini mungkin menjadi satu-satunya kesempatan kami untuk menang," kata bek senior Rusia Sergei Ignashevich.

Terlepas dari semua itu, Spanyol tetap menyimpan potensi untuk meledak di fase gugur. Naluri gol Diego Costa tak perlu dipertanyakan lagi. Pun dengan masih beredarnya para pemain bekas pemenang Piala Dunia 2010 semacam Andres Iniesta dan Sergio Ramos. (*)

Prediksi susunan pemain:
Spanyol: David De Gea; Dani Carvajal, Gerard Pique, Sergio Ramos, Jordi Alba; Sergio Busquets; Koke; Marco Asensio, Andres Iniesta, Isco; Diego Costa.

Rusia: Igor Akinfeev; Mario Fernandes, Ilya Kutepov, Sergey Ignashevich, Yuri Zhirkov; Roman Zobnin, Daler Kuzyaev; Aleksandr Samedov, Aleksandr Golovin, Denis Cheryshev; Artem Dzyuba

Penulis: Agusmanto