Sejarah Piala Dunia 2002 Terulang di Rusia?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kekalahan Argentina atas Kroasia dengan skor akhir 3-0 seakan mengulang sejarah piala dunia 2002, atau tepatnya 16 tahun silam.

Sejarah yang terulang tersebut mulai dari kemungkinan besar tersingkirnya tim Tanggo julukan Argentina di fase grup Piala Dunia , hingga munculnya juara dunia dari grup C.

baca juga: Rusia Rencana Luncurkan Luna-25 ke Bulan pada 2021

Berkaca dari pengulangan sejarah yang kerap terjadi di beberapa edisi piala dunia terdahulu, pasca kekalahan Argentina dari Kroasia tadi malam (22/6) kemungkinan besar Albicaleste mengakhiri laganya di fase grup Piala Dunia di posisi ke tiga grup D.

BACA JUGA:  Persaingan Kiper Utama di Arsenal

baca juga: Beri Kemenangan Perdana Untuk KTM Usai Juarai MotoGP Ceko, Brad Binder Sebut-sebut Pedrosa

BACA JUGA:  Argentina di Ujung Tanduk

Pada piala dunia di Rusia , tim yang dikapteni pemain terbaik dunia Lionel Messy, telah menunjukan tanda-tanda bahwa tim itu akan mengulangi era pemain-pemain berkualitas. Pada Piala Dunia 2002 Argentina diperkuat pemain bintang seperti Gabriel Batistuta, Hernan Crespo, Mauricio Pochettino, Javier Zanetti, Diego Simeone, hingga Ariel Ortega.

baca juga: Ini Kejutan Sebelum Balapan MotoGP Brno

Tanda-tanda kegagalan Argentina pada 2002 akan terulang di Rusia kali ini mulai terlihat dari kostum yang mereka kenakan. Pada pertandingan pertama melawan Islandia Argentina mengenakan kostum berwarna biru sama dengan warna jersei yang mereka kenakan saat menghadapi Nigeria 16 tahun silam di pertandingan perdana Piala Dunia 2002.

Tidak hanya pada kostum, Argentina juga tergabung dalam grup yang sama dengan Nigeria sama dengan Piala Dunia kali ini. Pertandingan melawan Nigeria kali ini akan menjadi pertarungan hidup mati yang akan menentukan perjalanan tim Tanggo setelah hanya meraih satu poin dari dua pertandingan awal.

baca juga: Ini 8 Tim yang Akan Berlaga di Perempat Final Liga Champions

Jika sejarah ini memang benar terulang maka Argentina pada piala dunia kali ini akan duduk di tangga ke tiga klasemen grup D, dengan Kroasia sebagai juara grup dan Islandia sebagai Runerup.

Selain nasib Argentina , jika terjadi pengulangan sejarah piala dunia 2002, maka di Rusia kali ini tim yang akan mengangkat Trofi Jules Rimet berasal dari grup C, dimana pada tahun 2002 Brazil yang menjadi juara menempati pemuncak grup dengan menyapu bersih semua pertandingan melawan Turki, Kosta Rika, dan Cina. Pada piala dunia 2018 tim yang mengisi grup tersebut adalah Prancis sebagai pemuncak klasemen sementara dengan dua kemenangan, didampingi Denmark, Austraila, dan Peru.

BACA JUGA: Messi Tidak Lebih Buruk dari Sampaoli

BACA JUGA:  Jerman Dihantui Kutukan Juara Piala Dunia

Jika berkaca dari pengulangan sejarah ini, maka Prancis layak dijagokan untuk menjadi juara turnamen empat tahunan idisi kali ini, sebab dari dua pertandingan yang telah dijalani, tim tersebut telah mengumpulkan enam poin, dan dipastikan lolos dari fase grup.

Prancis pada piala dunia kali ini bermaterikan pemain-pemain yang bisa dibilang merupakan salah satu tim dengan kekuatan merata disemua sektor, mulai dari penjaga gawang Hugo Lloris (Tottenham Hotspur), Steve Mandanda (Marseille), Alphonse Areola (PSG) merupakan penjaga gawang utama di tim masing-masing, pemain belakang yang bermaterikan Raphael Varane (Real Madrid), Presnel Kimpembe (PSG), Adil Rami (Marseille), Samuel Umtiti (FC Barcelona), Lucas Hernandez (Atletico Madrid), Benjamin Mendy (Manchester City) juga merupakan palang pintu andalan di klub mereka.

Beranjak ke sektor gelandang terdapat nama-nama besar seperti Paul Pogba (Manchester United), N’Golo Kanté (Chelsea FC), Corentin Tolisso (Bayern Munich), Blaise Matuidi (Juventus), Steven N’Zonzi (Sevilla), Thomas Lemar (AS Monaco).

Kemudian di sektor penyerang tidak ada yang meragukan kemampuan dari Kylian Mbappe (PSG), Olivier Giroud (Chelsea FC), Antoine Griezmann (Atletico Madrid), Ousmane Dembele (FC Barcelona), Nabil Fekir (Lyon), Florian Thauvin (Marseille) yang dapat dipasang pelatih Les Bleus Didier Deschamps secara bersama-sama atau bergantian.

Lalu, jika sejarah tersebut benar terjadi, siapa yang akan menjadi penantang Prancis di partai Final, jawabnya tentu saja penguasa di grup E, yang saat ini diisi oleh Brazil, Serbia, Swiss, dan Kosta Rika, sebagai pengulang edisi 2002 kala itu diwakili oleh Jerman yang sampai ke partai puncak.

Sementara itu, perjalanan tim tuan rumah Rusia yang tampil apik dengan dua kemenangan beruntun yakni saat mengandaskan perlawanan Arab Saudi 5-0, dan Mesir 3-1, berkaca pada pila dunia 2002 seperti Korea Selatan, diprediksi akan mampu sampai ke semi final piala dunia 2018 .

Untuk juara bertahan, jika berkaca pada piala dunia 16 tahun silam, maka juara bertahan akan terhenti langkahnya di fase grup, dimana saat itu Prancis sebagai juara piala dunia 1998, pada edisi 2002 tidak mampu berbuat banyak di grup A dengan menduduki posisi buncit tabel klasemen dengan raihan satu poin.

Melihat kekalahan Jerman sebagai pemegang Trofi Jules Rimet pada edisi 2014 pada pertandingan awal di Rusia saat menghadapi Meksiko dengan skor 0-1, tidak tertutup kemungkinan nasib Prancis di 2002 juga akan terulang bagi Jerman . Saat ini Jerman yang tergabung di grup F akan menghadapi dua tim lainnya yakni Korea Selatan dan Swedia.

Demikian juga dengan tim yang bermaterikan bintang seperti Belgia yang saat ini berada di grup G akan melanggah hingga babak 16 besar.

Patut kita nanti, apakah pengulangan sejarah tersebut akan terjadi di piala dunia Rusia 2018 ?. (*)

Penulis: Eko Fajri