Messi Tidak Lebih Buruk dari Sampaoli

Lionel Messi
Lionel Messi (FIFA)

BOLA, KLIKPOSITIF -- Pemain Argentina harus menangis tersedu-sedu seperti perempuan setelah dikalahkan Kroasia 0-3 dalam laga kedua Grup D di stadion Nizhny Novgorod, Jumat 22 Juni 2108 dinihari.

Setidaknya itulah yang dikatakan oleh Bek Timnas Kroasia , Sime Vrsaljko menggambarkan kondisi pemain La Albiceleste usai pertandingan.

baca juga: Daftar 30 Pemain Timnas U-19 yang Ikuti TC di Kroasia

Tiga pemain Kroasia berhasil membobol gawang Willy Caballero di babak kedua. Tiga pemain tersebut adalah Ante Rebic, Luka Modric, dan Ivan Rakitic.

"Saya melihat pemain-pemain Argentina menjatuhkan diri di lapangan dan menangis tersedu-sedu seperti anak perempuan," katanya dikutip dari Sportskeeda.

baca juga: Maradona Sumbangkan Kostum Timnas Argentina untuk Penggalangan Dana COVID-19

Menurut dia, kegagalan tim Tango dinihari tadi adalah kesalahan dari Sampaoli-sang pelatih. Sebab, dia tidak bisa memahami pertandingan secara keseluruhan.

"Saya tidak tahu pertandingan mana yang ditonton Sampaoli," tukasnya. Meskipun bagi Vrsaljko, Argentina lebih mendominasi saat laga berlangsung.

baca juga: UEFA: Kalender Sepakbola Kacau sampai Tiga Tahun ke Depan, Termasuk Piala Dunia

Kritik untuk Sampaoli tidak hanya dilontarkan oleh pemain Kroasia , tapi juga disampaikan oleh sang penyerang Sergio Aguero. FourFourTwo menulis, penyerang Manchester City tersebut mengaku sedih dan marah dengan Sampaoli.

"Biarkan dia (Jorge Sampaoli) mengatakan apa yang dia inginkan," katanya. Ia menambahkan, "Sekarang, kami harus bergantung dengan (hasil) tim lain, namun masih ada harapan, keajaiban. Kami harus menunggu dan mencoba mengalahkan Nigeria," tambahnya.

baca juga: PSSI Berharap Piala Dunia U-20 2021 Berjalan Sesuai Jadwal

Banyak pihak menilai, kegagalan Argentina tidak terlepas dari buruknya penampilan Lionel Messi yang gagal mencetak gol di laga kedua ini.

Bintang Barcelona itu secara statistik hanya 20 kali sepanjang pertandingan. Jelas, La Pulga tampil di bawah standar dalam laga tersebut.

Ketika performa Messi di bawah standar, tidak heran Sergio Aguero langsung melempem.

Bintang Manchester City ini terbiasa dengan dukungan hebat hingga pasukan Pep Guardiola berhasil mengumpulkan 106 gol di Liga Primer Inggris musim lalu.

Sayangnya, seperti di Messi, Aguero juga terisolasi dan hanya mencatat tujuh sentuhan dalam 45 menit pertama pertandingan, atau paling sedikit dari keseluruhan skuat Argentina .

Namun demikian, Winger Kroasia berpendapat lain. Ia menilai tidak adil rasanya jika kesalahan hanya dititikberatkan ke Lionel Messi saja.

Pasalnya, setiap pesepakbola bisa meraih kemenangan demi kemenangan jika bermain sebagai tim, dan hal itulah yang membuat Argentina kalah.

"Messi adalah yang terbaik, sama seperti Cristiano Ronaldo. Saya amat mengaguminya. Tetapi, Anda hanya bisa meraih sesuatu jika Anda bermain sebagai tim," ucap dia.

"Karena faktor inilah kami bisa menang besar, dan Argentina bisa kalah. Argentina harus mengubah sesuatu jika mereka ingin melaju," sambung eks pemain Wolfsburg dan Borussia Dortmund itu.

Di sisi lain, muncul pula penilaian bahwa kekalahan Argentina disebabkan karena blunder konyol sang kiper Willy Caballero di menit ke 50. Saat itu ia tanpa sengaja memberi umpan ke pada pemain Kroasia Ante Rebic yang berada dekat di depannya. Umpan itu lalu dimanfaatkan menjadi sebuah gol.

Namun hal itu kemudian dibantah keras oleh Jorge Sampaoli. Dinukil dari Goal, seharusnya, ia mengaku dirinya lah yang harus disalahkan.

"Saya merasakan sakit yang amat sangat karena kekalahan ini. Saya mungkin tidak membaca permainan dengan benar," sebutnya. Secara tidak langsung ia membenarkan pendapat dari Vrsaljko soal taktik.

"Kunci kekalahan berkaitan dengan saya, karena saya adalah pelatihnya. Saya harus menyusun rencana dan jika saya melakukannya secara berbeda, mungkin segalanya akan bejalan lebih baik," pungkasnya kemudian.

Kendati demikian, Argentina masih memiliki peluang untuk lolos dari fase grup, meskipun peluang tersebut sangat tipis.

Berikut skema Argentina untuk bisa lolos dari fase grup:
Jika Nigeria:
- Kalah dari Islandia di pertandingan kedua
- Imbang tanpa gol kontra Islandia di pertandingan kedua
- Kalah di pertandingan terakhir melawan Argentina

Jika Islandia:
- Imbang dengan Nigeria di pertandingan kedua
- Kalah melawan Kroasia di pertandingan terakhir
- Imbang melawan Kroasia di pertandingan terakhir.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa