Brazil vs Swiss: Laga Reuni dan Kenangan Buruk Tim Samba

Coutinho dan Neymar saat membela Timnas Brazil U-17
Coutinho dan Neymar saat membela Timnas Brazil U-17 (Marca)

BOLA, KLIKPOSITIF -- Brazil akan memulai laganya di Piala Dunia 2018 melawan Swiss . Bagi pelatih-Tite, pertandingan itu membangkitkan kenangan mereka sembilan tahun silam.

Secara tidak langsung, pertandingan tersebut menjadi laga reunian antar kedua kesebelasan. Sembilan tahun lalu, skuat yang kini mengisi line up Brazil pernah berhadapan dengan Swiss di ajang FIFA World Cup U-17.

baca juga: Belum Sebulan Menjabat, Menteri Kesehatan Brazil Mengundurkan Diri

Hanya saja, laga reunian ini mengingatkan kenangan buruk Brazil , pasalnya saat itu Brazil kalah 1-0 oleh Swiss dan gagal lolos ke tahap selanjutnya.

Dalam pertandingan tersebut, kiper Alisson, gelandang Casemiro dan Philippe Coutinho, serta Neymar semuanya berada di lapangan di Abuja, Nigeria pada 30 Oktober 2009 lalu.

baca juga: UEFA: Kalender Sepakbola Kacau sampai Tiga Tahun ke Depan, Termasuk Piala Dunia

"Itu bukan saat yang sangat membahagiakan bagi kami karena kami tersingkir. Mereka memiliki sisi yang sangat kuat," kata Alisson dikutip dari laman resmi FIFA.

"Ini seperti ironi kecil dalam hidup (ketika mengulang lagi kenangan buruk)," imbuh kiper AS Roma itu.

baca juga: PSSI Berharap Piala Dunia U-20 2021 Berjalan Sesuai Jadwal

Dalam pertandingan itu, pertahanan Brazil dihancurkan oleh tiga orang pemain Swiss , yakni Granit Xhaka, Ricardo Rodriguez yang serba bisa, dan striker Haris Seferovic.

Di sisi lain, Philippe Coutinho mengaku lebih melupakan kekalahan itu. Justru sekarang ia merasa skuat Brazil sudah lebih baik dari Swiss .

baca juga: Persiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Terganggu, Kemenpora Tetap Optimis

"Kami memiliki Piala Dunia untuk dilupakan. Itu tidak bagus. Karena memang saat itu kami meraih hasil yanh tidak diinginkan," ucap pemain Barcelona tersebut.

Sembilan tahun adalah waktu yang cukup berkembang. Dengan rentan waktu tersebut, Alisson menambahkan bahwa Brazil jelas lebih dominan dengan pengalaman pemainnya yang segudang di benua biru-Eropa.

"Kami pasti lebih dewasa, dengan banyak pengalaman di belakang kami dan bermain di level tertinggi," tambah Alisson.

"Ini akan menjadi tantangan besar dan kami berharap untuk mengatasinya. Saya harap kali ini kita akan menjadi orang-orang yang datang dengan hasil besar," pungkasnya kemudian.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa