Hadapi Barcelona di Leg Kedua, AS Roma Pasang Semangat Pantang Menyerah

Pelatih AS Roma, Eusebio di Fransesco
Pelatih AS Roma, Eusebio di Fransesco (istimewa)

KLIKPOSITIF -- AS Roma menolak untuk menyerah pada perempat final Liga Champions mereka melawan Barcelona , meski menghadapi defisit tiga gol pada leg kedua yang akan berlangsung pada Rabu (11/4).

Pelatih Eusebio Di Francesco mengingatkan kemenangan 3-0 mereka atas Chelsea di fase grup, ketika ia menegaskan bahwa mereka masih mampu bangkit dari kekalahan 1-4 pekan lalu, meski Barcelona memiliki lebih banyak keunggulan.

baca juga: Ingin Jadi Polisi, Pemain Muda Bali United Ini Pilih 'Pensiun'

Namun, dia mengatakan timnya memerlukan lebih banyak muslihat dan sinisme dibanding yang mereka tampilkan di beberapa pertandingan terakhir. Eusebio sendiri tetap meyakini timnya akan mampu memberikan yang terbaik di leg kedua nanti.

"Mengapa tidak percaya sampai akhir dan berharap kami dapat mencapai sesuatu yang belum pernah didapat sebelumnya? Kami tertinggal tiga gol, maka ini benar-benar tugas berat, namun kami memiliki tugas untuk diusahakan," kata Di Francesco kepada para pewarta.

baca juga: Timnas Belum Gelar Latihan, Ini Kata Shin Tae Yong

"Kami melawan mesin. Kami harus bermain dengan hasrat, hati dan keyakinan sampai peluit akhir berbunyi jika kami ingin melakukan sesuatu yang tidak terpikirkan."

"Terkadang, kami kurang terampil dan tipu daya yang Anda perlukan untuk mendapatkan hasil-hasil yang lebih baik," tambahnya. "Saya selalu ingin melihat kesinisan dalam jumlah yang tepat dari tim."

baca juga: Hanya Libur Satu Bulan, Liga Italia Musim 2020-2021 Dimulai Bulan Depan

Sebelumnya, Roma mencapai perempat final Liga Champions sebanyak tiga kali, dan kalah di dua kesempatan terakhir. Dua kekalahan tersebut datang dari tim Inggris, Manchester United pada 2007 dan 2008.

Satu-satunya kesempatan mereka mampu menembusnya adalah pada Liga Champions format lama pada 1984, ketika mereka mengalahkan Dynamo Berlin dan kemudian kalah dari Liverpool di final.

baca juga: Kalahkan Ronaldo dan Messi, Striker Lazio Raih European Golden Shoe

"Kami sering berbicara mengenai mentalitas kemenangan, namun kami tidak meraih banyak kemenangan di klub ini, maka secara sejarah kami belum benar-benar memilikinya," kata Di Francesco.

Dia mencontohkan, Barcelona mampu membalikkan defisit empat gol pada fase 16 besar melawan Paris St Germain (PSG) musim lalu, dan pelatih Ernesto Valverde tidak menganggap enteng lawannya. "Akan menjadi kesalahan untuk berpikir bahwa kami telah berada di semifinal," tuturnya.

"Memang benar bahwa kami mendapatkan hasil yang bagus pada leg pertama namun tidak lebih dari itu. Kami harus bermain sebagaimana skornya 0-0 karena Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi -- pengusiran pemain, atau hal lain," tutup Eusebio. (*)

dari berbagai sumber

Penulis: Agusmanto