Mantan Direktur Ungkap Permasalahan AC Milan Selama Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF -- Serangkaian hasil positif sedang menghinggapi AC Milan belakangan ini. Namun torehan apik tersebut tidak bisa menutupi kalau Rossoneri sedang buruk dalam beberapa tahun terakhir.

Saat ini, Rossoneri sedang menempati peringkat ke-10 dalam klasemen Serie A. Pergantian pelatih yang mereka lakukan, dari Marco Giampaolo ke Stefano Pioli, belum menunjukkan grafik perkembangan yang signifikan.

Pioli ditunjuk sebagai pelatih Milan pada bulan Oktober lalu. Sejak saat itu, Krzysztof Piatek dkk telah melakoni sembilan pertandingan di ajang Serie A dan hanya mampu meraih tiga kemenangan saja.

Baca Juga

Pertandingan terakhirnya, yang digelar di San Siro pada akhir pekan kemarin, berakhir dengan kedudukan imbang 0-0. Tepat setelah mereka menuai kemenangan beruntun atas Parma dan Bologna.

Permasalahan tersebut tidak terjadi pada tahun ini. Di tahun-tahun sebelumnya, Milan juga mengalami masa-masa naik turun yang membuat mereka kini sering berpartisipasi di ajang kasta kedua Eropa, Liga Europa.

Pada musim ini sendiri, mereka memutuskan untuk tidak ikut berpartisipasi di Liga Europa demi fokus ke Serie A. Tujuannya pun cukup jelas, yakni agar bisa memperbaiki torehan serta peringkatnya di liga.

Namun sampai sekarang, masalah mereka tak kunjung usai. Leonardo selaku mantan direktur klub menjelaskan apa yang sebenarnya sedang dihadapi oleh pemenang tujuh trofi Liga Champions tersebut.

"Mungkin stabilitas adalah hal yang hilang setelah melewati era yang sangat sukses sewaktu Berlusconi masih memiliki klub," ujar Leonardo, yang kini menjabat sebagai direktur PSG, kepada Tuttomercatoweb.

Sejumlah klub di Italia dimiliki oleh keluarga berpengaruh. Contohnya adalah Juventus yang masih setia dengan Agnelli. Sementara Inter dan Milan sudah lepas dari era Massimo Moratti dan Silvio Berlusconi.

Leonardo merasa bahwa sepak bola telah mengalami banyak perubahan, dan Milan belum sepenuhnya bisa beradaptasi dengan itu. "Dunia sepak bola sudah benar-benar berubah," lanjutnya.

"[Sepak bola] berpindah dari dimensi kepemilikan keluarga menjadi lebih global. Tidak mudah bagi sebuah tim dengan kebutuhan Milan, ada situasi yang menghentikan klub untuk kembali ke tempat yang seharusnya," tutupnya.

Masalah kepemilikan menjadi polemik tersendiri bagi Milan. Yonghong Li, yang sebelumnya memimpin Milan, tak mampu membayar utang dan kepemilikan pun pindah ke tangan Elliott Management.

Sumber: Football Italia

Penulis: Eko Fajri