Kena Sanksi 3 Tahun, Pelatih PSKA Agam Nilai Ada yang Janggal

"Kami secara tim atau personal tidak menerima pemberitahuan baik teguran, sidang, dan lainnya terkait sanksi ini,"
Pelatih PSKA Agam Fahmi Ismail (Ade Suhendra/Klikpositif)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Pelatih PSKA Agam Fahmi Ismail mendapatkan skorsing atau sanksi dari Asprov PSSI Sumbar. Hal ini diketahuinya setelah beberapa pelatih dan temannya mengatakan dirinya bersama salah seorang pemain mendapatkan sanksi larangan ikut dalam kompetisi Asprov PSSI selama 3 tahun.

Fahmi Ismail yang dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan dirinya terkejut dan heran atas sanksi yang diterimanya. Pasalnya, sebagai yang menerima sanksi, ia belum mendapatkan surat yang dikeluarkan oleh Asprov PSSI Sumbar.

Baca juga: Merger, Solok FC dan Equator Limapuluh Kota Berubah Nama Jadi SEL 50 FC

"Secara pribadi tentunya saya terkejut dengan keputusan ini. Kami secara tim atau personal tidak menerima pemberitahuan baik teguran, sidang, dan lainnya terkait sanksi ini," kata Fahmi Ismail yang pernah menangani Tim Porprov Payakumbuh dan Kabupaten Pasaman Barat ini.

Ia menjelaskan, dalam surat yang beredar ke peserta Liga 3 dan calon peserta Piala Soeratin tersebut dirinya mendapatkan sanksi selama 3 tahun tidak boleh mengikuti kompetisi dan kegiatan Asprov PSSI. Sedangkan anak asuhnya, Andika Pitopang yang menjadi kapten di Tim Liga 3 PSKA Agam mendapatkan sanksi larangan bermain selama 1 Tahun.

"Anehnya, kenapa Saya tidak menerima surat sanksi ini dan kenapa beredarnya kepada peserta Liga 3 dan momennya pun juga baru sekarang," ujar pelatih berlisensi C AFC tersebut.

Sebelumnya, menurut pelatih kelahiran Purwakarta tersebut dalam kompetisi Liga 3 Asprov PSSI beberapa waktu lalu, memang timnya sempat melakukan protes di salah satu pertandingan di babak 8 besar. Saat itu dikatakannya, PSKA Agam tengah berhadapan dengan Pasaman Barat dan timnya kalah 3-2.

"Saat Liga 3, sempat ada insiden di mana PSKA ... Baca halaman selanjutnya