Kena Sanksi 3 Tahun, Pelatih PSKA Agam Nilai Ada yang Janggal

Pelatih PSKA Agam Fahmi Ismail
Pelatih PSKA Agam Fahmi Ismail (Ade Suhendra/Klikpositif)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Pelatih PSKA Agam Fahmi Ismail mendapatkan skorsing atau sanksi dari Asprov PSSI Sumbar. Hal ini diketahuinya setelah beberapa pelatih dan temannya mengatakan dirinya bersama salah seorang pemain mendapatkan sanksi larangan ikut dalam kompetisi Asprov PSSI selama 3 tahun.

Fahmi Ismail yang dihubungi KLIKPOSITIF mengatakan dirinya terkejut dan heran atas sanksi yang diterimanya. Pasalnya, sebagai yang menerima sanksi, ia belum mendapatkan surat yang dikeluarkan oleh Asprov PSSI Sumbar.

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

Baca juga: Merger, Solok FC dan Equator Limapuluh Kota Berubah Nama Jadi SEL 50 FC

"Secara pribadi tentunya saya terkejut dengan keputusan ini. Kami secara tim atau personal tidak menerima pemberitahuan baik teguran, sidang, dan lainnya terkait sanksi ini," kata Fahmi Ismail yang pernah menangani Tim Porprov Payakumbuh dan Kabupaten Pasaman Barat ini.

baca juga: Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda, Apa Kata Mulyadi?

Ia menjelaskan, dalam surat yang beredar ke peserta Liga 3 dan calon peserta Piala Soeratin tersebut dirinya mendapatkan sanksi selama 3 tahun tidak boleh mengikuti kompetisi dan kegiatan Asprov PSSI. Sedangkan anak asuhnya, Andika Pitopang yang menjadi kapten di Tim Liga 3 PSKA Agam mendapatkan sanksi larangan bermain selama 1 Tahun.

"Anehnya, kenapa Saya tidak menerima surat sanksi ini dan kenapa beredarnya kepada peserta Liga 3 dan momennya pun juga baru sekarang," ujar pelatih berlisensi C AFC tersebut.

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Sebelumnya, menurut pelatih kelahiran Purwakarta tersebut dalam kompetisi Liga 3 Asprov PSSI beberapa waktu lalu, memang timnya sempat melakukan protes di salah satu pertandingan di babak 8 besar. Saat itu dikatakannya, PSKA Agam tengah berhadapan dengan Pasaman Barat dan timnya kalah 3-2.

"Saat Liga 3, sempat ada insiden di mana PSKA Agam merasa dirugikan oleh keputusan wasit yang memberikan 'penalti siluman'. Sebab tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba wasit menunjuk titik putih saat PSKA Agam tengah unggul," katanya.

baca juga: Longsor, Jalan Matur-Palembayan Terputus Total

Tentunya sebagai pelatih dan pemain yang diwakili sang kapten, Andika Pitopang melakukan protes dan mempertanyakan keputusan tersebut. Namun tiba-tiba, wasit pun kembali merugikan PSKA Agam dengan memberikan kartu merah kepada Andika Pitopang karena dinilai terlalu keras melakukan protes.

"Saat itu, okelah wasit memberikan penalti dan kami dirugikan karena akan kebobolan. Nah, kemudian kartu merah juga diberikannya kepada pemain yang wajar melakukan protes karena memang kami merasa tidak melakukan pelanggaran di dalam kotak penalti. Dalam kondisi tersebut memang cukup bersitegang dengan wasit yang pada akhirnya pertandingan kembali dilanjutkan dan berakhir dengan kekalahan PSKA Agam ," ujarnya.

Sampai pada akhirnya, wasit juga memberikan penalti kepada Pasaman Barat. Seperti yang telah dikatakan wasit agar pemain dapat dikontrol dan tidak terjadi insiden yang akan merugikan kedua tim dan pertandingan secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan usai pertandingan semuanya berjalan dengan lancar. Kedua tim pun juga saling bersalaman, baik dengan sesama pemain, pelatih, ofisial, dan wasit serta perangkat pertandingan.

"Beberapa hari lalu, tiba-tiba dengar kabar kalau saya bersama salah seorang pemain kena sanksi. Padahal saat itu tidak ada peringatan atau teguran dan bahkan sidang serta juara Liga 3 Asprov PSSI Sumbar yaitu PSP Padang dan Batang Anai FC pun telah terpilih. Sanksi ini ternyata berkaitan dengan insiden waktu itu," kata Fahmi.

Ia berharap Asprov PSSI Sumbar dapat memberikan penjelasan terkait hal tersebut dan memberikan secara langsung kepadanya surat sanksi tersebut kalau memang terbukti bersalah dan telah menyalahi aturan. Hingga saat ini, pihaknya juga telah berkomunikasi dengan manajemen PSKA Agam yang juga terkejut akan sanksi larangan 3 tahun untuk dirinya.

"Secara pribadi Saya tentunya akan melakukan banding karena terdapat kejanggalan dan keanehan dalam pemberian sanksi ini. Tiba-tiba aja surat beredar dan saya akan menuntut ketidakadilan ini," ujarnya.

(Ade Suhendra)

Penulis: Rezka Delpiera