Supersub SPFC Itu Bernama Mariando Uropmabin

"Setelah meninggalkan Semen Padang pada 2015, Uropmabin sempat memperkuat Sriwijaya FC, Perseru Serui, dan Barito Putera. Namun, karier penyerang kelahiran Pegunungan Bintang, Papua itu praktis stagnan."
Penyerang Semen Padang, Mariando Djonak Uropmabin (kiri) usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada laga Liga 1 2019 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (16/10/2019) (Instagram/ Semen Padang FC)

KLIKPOSITIF -- Semen Padang punya senjata baru yang tentunya bisa membuat mereka pede dalam mengarungi paruh kedua musim Liga 1 2019.

Adalah Mariando Djonak Uropmabin, penyerang yang layak ditakuti lawan Semen Padang di laga-laga ke depan. Berperan sebagai pemain pengganti dalam dua laga terakhir Semen Padang FC, Mariando berhasil mencuri perhatian, ia berhasil mambantu tim asal karang putih tersebut meraih poin yang berharga untuk lolos dari dasar klasemen Liga 1 2019.

Mariando Uropmabin menyumbang satu assist kontra Perseru Badak Lampung dan satu gol ke gawang Persija Jakarta.

Ibarat Supersub, pemain asal Papua ini selalu tempil dari bangku cadangan disaat-saat SPFC membutuhkan pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan dan memecah kebuntuan untuk meraih hasil yang mereka harapkan.

Istilah ‘supersub’ muncul pada sekitar tahun 1960-an. Pada saat itu, tim-tim sepak bola mulai mengembangkan strategi yang memanfaatkan kelebihan para pemain mereka yang mengisi bangku cadangan.

Sejak saat itu, para supersub telah menjadi bagian tak terpisahkan dari permainan sepak bola. Seringkali, para pemain pengganti yang berposisi penyerang sukses mencetak gol atau menyumbang asis yang menentukan hasil pertandingan.

Uropmabin mencuri perhatian setelah jadi pahlawan Semen Padang dalam kemenangan dramatis atas tuan rumah Persija Jakarta, pada laga lanjutan Liga 1 2019 yang dihelat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (16/10/2019).

Gol striker asli Papua itu pada menit ke 90+5 laga memastikan kemenangan 2-1 Semen Padang atas Persija.

Berkat kemenangan impresif tersebut, Semen Padang pun keluar dari zona degradasi untuk pertama kalinya sejak Liga 1 2019 digulirkan.

"Setiap diberikan kesempatan oleh coach (Eduardo Almeida), entah itu di babak pertama atau babak kedua, saya tetap harus berusaha 100 persen. Saya sering diturunkan babak kedua, saya harus manfaatkan ... Baca halaman selanjutnya