Akhir Jeda Transfer, Semen Padang FC Resmikan Empat Pemain Sekaligus

"Shukurali Pulatov menjadi pemain asing terakhir yang keluar dari tim"
Pelatih Semen Padang FC, Eduardo Almeida saat memberi arahan kepada para pemain. (semenpadangfc)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Semen Padang FC akhirnya resmi mendatangkan empat pemain tambahan jelang penutupan jeda transfer Shopee Liga 1 2019. Dari empat pemain ini, satu diantaranya adalah legiun asing. 

Keempat pemain tersebut adalah Vanderlei Fransisco (Brasil) yang bermain sebagai striker, kemudian tiga pemain lokal seperti, Vendry Mofu, Mariando Uropmabin dan Dimas Sumantri. 

Vanderlei resmi direkrut setelah menjalani trial selama tiga minggu dengan tim. Dia menggantikan slot pemain asing yang ditinggalkan oleh Shukurali Pulatov yang memang belum memenuhi ekspetasi.

Lalu, ada urang mando di Sumatera Barat, Vendry Mofu. Gelandang asal Papua ini bisa dikatakan pemain lama di Semen Padang FC. Dia sudah 6 musim bersama tim Kabau Sirah, meski sempat pindah ke Sriwijaya FC dan terakhir di Bhayangkara FC.

Kemudian, ada Mariando Djonak Uropmabin. Striker berusia 24 tahun yang juga dari Papua ini pernah membela Semen Padang FC di ajang Piala Sudirman tahun 2015 lalu. 

Terakhir, ada Dimas Sumantri. Dia adalah pemain yang pernah berlaga untuk tim Semen Padang FC U-21 di tahun 2014. Setahun berikutnya, dia pun dipromosikan ke tim utama sebelumnya akhirnya dilepas ke PSMS.

Dengan tambahan empat pemain ini, total Semen Padang FC sudah mendatangkan tujuh pemain setelah sebelumnya sudah meresmikan Yu Hyun Koo, Flavio Beck Junior dan Marko Kabiay. 

"Kedatangan 7 pemain ini sangat diharapkan bisa membantu performa tim yang berusaha bangkit dari degradasi," kata CEO Semen Padang FC, Hasfi Rafiq. 

Ditambahkannya, pemilihan pemain-pemain tersebut juga berdasarkan atas diskusi dengan tim pelatih serta kebutuhan tim saat ini. Tentunya, manajemen berharap mereka bisa kembali membawa tim ini bangkit.

"Kita berharap banyak pada mereka. Semoga saja di sisa pertandingan ini, tim bisa bangkit dan lepas dari degradasi," tutup Hasfi Rafiq. (*)