Menakar Skema dan Taktik Semen Padang FC di Tangan Caretaker

"Tugas berat menanti Welliansyah untuk mengangkat kembali posisi Semen Padang FC dari zona degradasi di Liga 1 2019"
Welliansyah (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Welliansyah secara resmi kini telah menangani tim Semen Padang FC pasca mundurnya pelatih kepala Syafrianto Rusli, Senin 8 Juli 2019 lalu.

Tugas berat menanti Welliansyah untuk mengangkat kembali posisi Semen Padang FC dari zona degradasi di Liga 1 2019. Saat ini, Irsyad dan kawan-kawan berada di posisi 17, mengoleksi 3 poin dari catatan 3 kali seri dan 3 kali kalah.

Analis sepakbola, Dian Oktoveri mengatakan mundurnya Coach Syafrianto Rusli adalah konsekuensi kecil dari ketidaksiapan tim dalam menghadapi kompetisi Liga 1 2019. Menurutnya, ketidaksiapan tersebut meliputi budgeting pemain, efektivitas penggunaan budgeting yang kabarnya minim dan konsekuensi kepada kualitas pemain asing yang dibeli cukup mahal.

"Perlu diingat, sebagus apapun pelatih dalam hal strategi dan taktikal, kalau kualitas pemain asing yang diharapkan tidak mampu memback-up pemain lokal, saya tidak yakin sekelas Guardiola pun bakal sukses mengangkat tim ini ke puncak klasemen," kata Duta Filanesia dan mantan Coach Analyst Semen Padang FC 2017.

Dian Okta menjelaskan, mundurnya Coach SR saat ini hanya akan memuaskan syahwat supporter. Ia meyakini, selama dipegang Welli pun, tidak akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap tim.

"Bukan merendahkan kualitas Welliansyah, sebab materi timnya masih sama. Terlebih nantinya jika Coach Wel sebagai Caretaker tidak melakukan hal-hal yang signifikan baik secara teknis maupun non teknis dalam menyiapkan tim," ujar pria kelahiran Tanjung Ampalu , 28 Oktober 1985 tersebut.

Dikatakannya, menjelang putaran kedua supporter harus sabar menerima kenyataan yang mungkin akan menimpa tim ini, salah satunya terpuruk di dasar klasemen. Lebih lanjut, ditambahkannya hal pertama yang wajib dilakukan Coaches Staff di bawah Coach Wel adalah mengembalikan kepercayaan diri pemain dan mengembalikan kondusifitas tim.

"Kemudian kepada semua elemen di dalam tim, mari ... Baca halaman selanjutnya