Utak-Atik Lini Per Lini Semen Padang FC

Semen Padang FC
Semen Padang FC (semenpadangfc.co.id)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Semen Padang FC (SPFC) dinilai sebagai salah satu tim yang paling siap menghadapi Liga 1 2019. Target finis lima besar pun diapungkan manajemen. Sejak promosi ke Liga 1 , Kabau Sirah-julukan Semen Padang FC gencar melakukan persiapan. Lebih dari separuh amunisi di Liga 2 lalu dipertahankan.

Untuk melengkapi skuad, sejumlah pemain baru didatangkan, termasuk empat pemain asing. Lantas, mampukah tim yang diarsiteki Syafrianto Rusli bersaing di kasta tertinggi sepakbola Indonesia?

baca juga: Hasil Lelang Jersey Semen Padang FC Disalurkan Untuk Tangani COVID-19 di Padang

Dari 27 pemain SPFC musim ini, tidak banyak nama beken di kancah sepakbola nasional. Teja Paku Alam, Irsyad Maulana dan si raja assist Dedi Hartono setidaknya sedikit mengangkat gengsi tim yang dulunya disegani lawan.

Penjaga Gawang

baca juga: Klub Asal Malaysia Tunggak Gaji Mantan Pemain SPFC, Ini Respon FAM

Untuk sektor bawah mistar, SPFC memiliki pemain muda dengan kulitas bagus, Teja Paku Alam, Rendy Oscario dan Achmad Bachtiar. Dengan pengalaman bermain di Liga 1 musim lalu, membuat Teja Paku Alam akan menjadi pilihan utama.

Meski Sriwijaya FC, klub yang yang dibelanya musim lalu terdegradasi, Teja masih menjadi kiper yang diperhitungkan. Catatan 82 penyelamatan dari 32 laga musim lalu menjadi bukti betapa impresifnya pemain 24 tahun.

baca juga: Bantu Tim Medis di Sumbar, Legenda Semen Padang FC Lelang Jersey

Catatan apik itu juga membuat Simon McMenemy kepincut memanggil Teja untuk mengikuti TC Timnas. Sebagai pelapis, SPFC punya Rendy Oscario yang merupakan kiper utama di Liga 2 musim lalu.

Pemain Belakang

baca juga: Liga 2 2020, Tiket Semen Padang Dipesan Via Online

Sektor belakang salah satu yang menjadi perhatian tim pelatih. Musim lalu di Liga 2, 34 kemasukan menjadi bukti rapuhnya pertahanan SPFC. Tim pelatih melakukan perombakan besar-besaran di lini pertahanan. Dari 10 nama yang direkrut, hanya 4 orang pemain lama.

Dari beberapa kali pertandingan, barisan pertahanan yang diisi Syaiful Indra Cahya, Agung Prasetyo, Shukurali Pulatov dan M Rifqi masih mengkhawatirkan. Ini terlihat dari gelaran Piala Presiden beberapa waktu lalu.

Dari 3 laga, gawang SPFC kebobolan 6 gol. Faktornya bisa saja karena belum berjalannya koordinasi lini belakang. Pulatov yang baru memulai karir di Liga Indonesia belum menunjukkan performance terbaiknya. Syafrianto pernah menyebut, Pulatov terkendala masalah komunikasi.

Untuk posisi dua palang pintu, SPFC punya pilihan lain yang secara kualitas tidak jauh berbeda. Novrianto, Dedi Gusmawan atau Saeful Anwar bisa saja menjadi alternatif saat duet Agung-Pulatov belum bisa memberikan rasa aman bagi Teja maupun Rendy.  Sektor kiri dan kanan, masih ada Leo Guntara, Boas Atuturi, dan Roni Rosadi.

Gelandang

Walaupun tidak memiliki gelandang "berlabel", Syafrianto Rusli memiliki stok cukup untuk sektor satu ini. Coach SR memiliki Fridolin, Manda Cingi, Rosad Setiawan, Ronaldo Eko Julianto, Apriogi, Rudi serta pemain asing Jose Sardon dan Mario Bracia.

Namun dari pemain tersebut, hanya Rudi, Fridolin dan Manda Cingi yang punya pengalaman bermain di Liga 1 . Sedangkan Bracia dan Sardon baru meniti karir di Liga Indonesia.

Striker

Di barisan depan dengan menggunakan 3 penyerang, SR sepertinya akan mengandalkan trio Karl Max Bathelemy-Irsyad Maulana-Dedi Hartono.

Karl yang baru bergabung setelah Piala Presiden lalu, memberikan harapan bagi  publik Ranah Minang. Menjalani debut saat SPFC ujicoba dengan Timnas U-22, Karl mencetak dua gol.

Kehadiran Dedi Hartono diyakini akan menambah daya gedor barisan depan SPFC. Umpan-umpan Dedi akan memanjakan Karl dan Irsyad. Musim lalu, Dedi hanya kalah dari Rizki Pora dalam jumlah assist (9 assist). Selain itu, SPFC juga punya juru gedor Riski Novriansyah, Firman Septian dan Afriansyah.

[Rezka Delpiera]

Penulis: Pundi F Akbar