Gusti Randa Ditunjuk Jadi Plt Ketua PSSI

Gusti Randa
Gusti Randa (net)

KLIKPOSITIF -- Pergantian kepemimpinan di PSSI kembali terjadi. Kali ini, diresmikan Gusti Randa menggantikan peran Joko Driyono sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PSSI. Hal itu dibenarkan Gusti, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/3).

"Benar, saya mendapat amanat untuk menjadi Plt Ketua Umum PSSI. Keputusan diambil dalam rapat Komite Eksekutif hari ini," ucap Gusti.

Tugas terdekat Gusti mempersiapkan agenda Kongres Luar Biasa PSSI. Namun sebelum merealisasikan agenda tersebut, dia beserta anggota Komite Eksekutif lainnya bakal menggelar rapat terlebih dahulu.

Baca Juga

"Selain itu, saya ingin memastikan Liga 1 on the track (tetap pada jalurnya). Karena waktu sudah dekat," jelas mantan ketua Asprov PSSI DKI Jakarta ini.

"Program saya Liga 1 selain KLB. Dua tugas itu menjadi prioritas saya setelah mendapat kepercayaan sebagai Plt Ketua Umum," tegasnya.

Pergantian ini tampaknya tidak terlepas dari kasus hukum yang sedang menjerat Joko. Joko saat ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola, lantaran dianggap melakukan perusakan barang bukti yang diduga terkait dengan pengaturan skor.

Gusti dikenal memiliki berbagai pengalaman dalam mengurus sepakbola. Kiprah mantan aktor sekaligus pengacara ini diawali dengan mendapatkan tawaran dari mantan pemain timnas Indonesia, Ronny Pattinasarani, pada 2009. Sang legenda saat itu membutuhkan sosok publik untuk memopulerkan futsal di tanah air.

Pria kelahiran 15 Agustus 1965 ini lantas membentuk Persatuan Olahraga Futsal Indonesia (POFI). Mulai dari organisasi ini, Gusti bisa masuk ke PSSI. Latar belakang hukum Gusti membuat dia menjadi sosok cukup penting di PSSI.

Sejumlah masalah hukum berkaitan dengan PSSI dan klub Indonesia kerap melibatkan dia sebagai pengacara.
Setelah sempat jadi anggota tim verifikasi calon Ketua Umum PSSI pada awal 2011, dia juga menjadi kuasa hukum PT Persija Jaya Jakarta di tahun yang sama.

Delapan tahun lalu, tiga pihak berbeda berebut Persija, Gusti berada di pihak Persija kubu Benny Erwin dan Ferry Paulus untuk "melawan" PT Persija Jakarta, kubu Nachrowi dan Toni Tobias serta PT Persija Jaya kubu Hadi Basalamah dan Bambang Sucipto.

Gusti ketika itu menentang keputusan PSSI setelah memenangkan PT Persija Jaya kubu Hadi Basalamah dan Sucipto. Saat itu juga tengah terjadi dualisme di tubuh PSSI lalu memunculkan Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI).

Gusti pasang badan untuk KPSI. KPSI lantas membentuk kepengurusannya sendiri di mana Gusti mendapatkan pos Ketua Komite Disiplin, hingga akhirnya dia juga pernah menjabat sebagai ketua Asprov PSSI DKI Jakarta dan saat ini berstatus sebagai salah satu anggota Exco PSSI, yang kemudian ditunjuk sebagai Plt ketum PSSI. (*)

sumber: Goal.com

Video

Kabar Terbaru dari Kabau Sirah

YouTube channel KlikPositif.com

Penulis: Agusmanto