Abaikan Wajib Militer, Pemain Fulham Ini Terancam Penjara

"Dia sudah meneken kontrak dua tahun di Fulham pada musim panas kemarin dan menjadikannya pemain berpaspor Singapura pertama yang mengikat kontrak profesional dengan klub Liga Primer Inggris"
Pemain muda Fulham, Ben Davis. (net)

KLIKPOSITIF -- Federasi Sepakbola Singapura (FAS) mengungkapkan kekecewaan mereka atas sikap pemain muda Fulham, Ben Davis yang mengabaikan wajib militer negara.

Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) mengumumkan bahwa sang pemain berusia 18 tahun itu mangkir dari laporan wajib militer dan terancam hukuman penjara tiga tahun dan denda mencapai Rp141 juta.

Davis yang berdarah campuran Inggris dan Thailand, namun tumbuh besar di Singapura tersebut sudah meneken kontrak dua tahun di klub Premier League, Fulham pada musim panas kemarin dan menjadikannya pemain berpaspor Singapura pertama yang mengikat kontrak profesional dengan klub Liga Primer Inggris,

Dia sempat mengajukan penundaan untuk kegiatan wajib militer, namun ditolak otoritas Singapura yang menyebutkan sang pemain tak memenuhi kriteria untuk melakukan penundaan karena dianggap tak berbeda dengan pemuda-pemuda lainnya yang tengah menjalani studi mau pun bekerja di bidang profesional.

Waktu itu, FAS mendukung usaha Davis untuk melakukan penundaan, namun kini berbalik menyerangnya setelah mengetahui ia telah mengabaikan tugas melapor untuk wajib militer.

"Davis sepenuhnya tidak bertanggung jawab dan juga mengingkari jaminan kepada FAS bahwa Davis akan melepas komitmen wajib militer dan bermain untuk tim Nasional Singapura," ungkap juru bicara FAS kepada Channel News Asia.

"Davis telah tinggal di Singapura selama beberapa tahun dan telah menerima keuntungan dari sumber daya kami untuk belajar dan mendidiknya sebagai pesepakbola dalam kurun waktu tersebut."

"Dia diundang untuk bermain bersama timnas Singapura dan ia menyepakatinya. FAS mendukung permohonan Benjamin Davis untuk menunda tugas wajib militernya dalam kasus ini."

"Sementara masalah tersebut sekarang ditangani oleh MINDEF dan FAS dengan tegas menyatakan kami tidak memaafkan perilaku semacam itu, juga tidak pernah ada dalam diskusi kami dengan Davis bahwa dia akan ... Baca halaman selanjutnya