Selesaikan Konflik Suporter, PSSI Tempuh Upaya Komprehensif

"Federasi mempunyai langkah strategis"
Edy Rahmayadi saat menjelaskan langkah komprehensif yang akan dilakukan PSSI terkait konflik suporter (PSSI)

BOLA, KLIKPOSITIF -- Federasi sepakbola Indonesia-PSSI sudah mulai mengambil langkah tegas terkait kerusuhan suporter Persib Bandung yang membuat salah satu suporter Persija, Haringga Sirila meninggal dunia akhir pekan lalu.

Salah satu tindakan yang telah dilakukan oleh PSSI yakni menghentikan gelaran Liga 1 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Namun kerja PSSI tidak hanya sampai disana.

Ketum PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan, federasi mempunyai langkah strategis yang akan ditempuh untuk menyelesaikan kejadian tersebut.

"PSSI berusaha mengidentifikasi lebih jauh terkait kasus yang terjadi di Stadion GBLA. PSSI itu organisasi, jadi nanti Komdis akan menangani dan bersidang terkait kejadian ini," katanya dikutip dari laman resmi PSSI.

Menurut Edy, pihaknya hanya bisa memberikan semacam rekomendasi pada Komdis. Namun begitu, di sisi lain pihaknya juga membentuk tim investigasi untuk mengungkap fakta-fakta terkait pengeroyokan Haringga.

Edy juga meminta agar seluruh pihak mendukung dan mempercayai PSSI terkait penyelesaikan persoalan ini. Apalagi komitmen PSSI terkait penegakkan disiplin tidak pernah main-main.

"Kami menghentikan sementara kompetisi Liga 1 dalam pertandingan putaran kedua yang diikuti 18 klub sampai batas waktu ditentukan. Saya tak bisa menentukan waktu ini, sampai hal ini kami tahu pasti. Kenapa harus dilakukan tersebut?," tutur dia.

Kemudian, dirinya juga ingin konsolidasi PSSI dengan PT Liga Indonesia Baru, dan klub, beserta fans. Dan akan membahas ini secara utuh dengan waktu secepatnya.

Selain itu, PSSI akan berkoordinasi dengan pihak AFC dan FIFA, dan juga pihak terkait lainnya, seperti BOPI (Badan Olahraga Profesional) dan Kemenpora (Kementrian Pemuda dan Olahraga),

"Segera dari hasil ini semua kami akan buat SOP [standar operasional] yang lebih jelas dalam rangka meredam dan menghentikan kegiatan merugikan. Apalagi ini terus berulang dari 2005 sampai ... Baca halaman selanjutnya