Pesepakbola Spanyol Ancam Boikot Laga Kompetitif La Liga

"Mereka memprotes wujud dari kerjasama La Liga dengan perusahaan yang bernama Relevant "
Sergio Ramos, salah satu pemain yang memprotes wujud kerjasama La Liga (SI)

BOLA, KLIKPOSITIF -- Sejumlah pemain sepakbola profesional Spanyol memprotes kebijakan La Liga soal penyelenggaraan laga kompetitif yang bekerja sama dengan salah satu perusahaan entertainment di Amerika Serikat.

Protes itu disampaikan oleh Sergio Ramos-kapten Real Madrid dan Sergio Busquets dari Barcelona pada Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE). Mereka memprotes wujud dari kerjasama La Liga dengan perusahaan yang bernama Relevant itu yang ingin mengadakan laga kompetitif di negeri Paman Sam tersebut.

Presiden AFE David Aganzo mengatakan, wujud kerjasama antara La Liga dengan Relevant membuat pemain sangat marah, terkejut dan kemudian menentangnya. Pasalnya, pesepakbola tidak ingin bermain di luar negeri.

"Mereka sangat marah dan terkejut, sebab mereka tidak ingin bermain di luar negeri. Sesuatunya harus dilakukan dengan cara yang lebih koheren dan dengan akal sehat," katanya dikutip dari Goal.

Aganzo menilai, keputusan liga itu tentu mempengaruhi para pemain, wasit dan juga pendukung. Lantas dengan tanpa pertimbangan dari pihak lain, sebut dia, pengambilan keputusan tersebut telah menunjukkan kurangnya rasa hormat.

"Saya memiliki informasi bahwa ada klub tertentu yang mempertimbangkan untuk melakukan aksi dan yang lainnya menentang ini, namun saya mewakili para pemain," sebut dia.

Dengan protes yang diterima AFE, Aganzo menuturkan bahwa pihaknya akan menyelesaikan semua permasalahan tersebut dengan pihak liga, dan pihaknya akan menyampaikan semua keluhan pemain yang telah dihimpunnya.

"Kami harus menyelesaikan masalah ini dengan pihak liga, dan kami akan memberi tahu mereka tentang semua masalah kami. Jika, hari ini dan dalam beberapa hari ke depan mereka tidak menjawab, kemudian kami harus menyelesaikan situasi ini," tutur Aganzo.

"Kami akan mencoba untuk tidak mencapai titik ekstrem. Namun kami bersedia mempertimbangkan opsi terakhir yakni boikot jika itu diperlukan," pungkasnya ... Baca halaman selanjutnya