Patahnya Siklus 20 Tahunan, dan Terulangnya Sejarah 16 Tahun Silam

Ilustrasi
Ilustrasi (FIFA)

KLIKPOSITIF -- Gelaran Piala Dunia 2018 telah usai, dan membawa Perancis sebagai kampiun kejuaraan empat tahunan itu usai menundukan Kroasia, tim yang penuh determinasi sepanjang tampil di Rusia.

Usai perhelatan tersebut, ada kisah yang tertinggal dari Piala Dunia 2018 tersebut, yakni putusnya siklus 20 tahunan, dimana akan ada juara dunia baru setiap 20 tahun sekali. Mitos ini Sempat mengapung dan diyakini akan terjadi melihat permainan Kroasia yang pantang menyerah sejak babak grup. Namun di partai puncak saat berhadapan dengan Perancis, Luka Modric dan kawan-kawan harus tunduk dengan skor 4-2 meski memiliki banyak peluang mencetak gol di pertandingan itu.

baca juga: Real Madrid Masih Jadi Klub Terkaya Sejagad

BACA JUGA:  Sejarah Piala Dunia 2002 Terulang di Rusia?

Dalam perjalanannya Kroasia satu-satunya tim yang lolos hingga final dengan melalui babak perpanjangan waktu dan juga adu penalti, selalu bermain 120 menit.

baca juga: Dimulai Kembali 17 Juni, Pertandingan Liga Inggris Digelar Tiap Hari

Melihat permainan tim asuhan Zlatko Dalić saat bertanding, banyak pendukung sepakbola meyakini Kroasia lah tim baru yang akan mengangkat Trofi Piala Dunia 2018 , meski harus menghadapi Perancis yang bermaterikan pemain-pemain berharga mahal di bursa tranfer, seperti Paul Pogba, Antoni Grizman, hingga pemain muda Mbape.

Kayakinan akan terulangnya siklus ini berdasarkan peristiwa yang selalu terjadi di setiap perhelatan piala dunia , siklus ini dimulai saat Brazil pertama kali merangkul piala dunia yang kala itu bernama Trofi Jules Rimet yang diambil dari presiden FIFA pertama.

baca juga: Liga Inggris Bakal Lanjut 17 Juni, Laga Tanpa Penonton

Setalah keberhasilan Brazil menjuarai piala dunia pada 1958 untuk pertama kali, berturut-turu 20 tahun kemudian ada Argentina pada tahun 1978 yang menjuarai trofi ini, dan disusul 20 tahun dari Argentina yakni Prancis meraihnya pada tahun 1998. Namun pada gelaran piala dunia edisi ke 21 siklus itu akhirnya terhenti oleh efektivitas permainan anak asuh Didier Deschamps.

Namun demikian, meski siklus 20 tahunan tidak terulang Kroasia patut berbangga, sebab kapten mereka Luka Modrik dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen empat tahunan tersebut, demikian juga untuk capain babak final yang baru pertama kali mereka dapatkan, melampaui prestasi generasi legenda mereka Zvonimir Boban di Piala Dunia 1998.

baca juga: Pekan Depan Teka-Teki Masa Depan Valentino Rossi di MotoGP Terungkap, Akan Putuskan Pensiun?

Terulangnya sejarah 16 tahun Silam.

Sebelum babak semifinal, seperti diberitakan sebelumnya usai pertandingan final yang dimenangi Perancis, sejarah 16 tahun silam bener-benar menjadi kenyataan pada Piala Dunia 2018 .

Sejarah piala dunia 16 tahun silam ini memiliki kemiripan dengan Piala Dunia 2018 , mulai dari yang akan mengangkat Piala Dunia berasal dari dari grup C, dan itu terbukti saat Perancis akhirnya menang 4-2 di partai final menghadapi Kroasia.

Pada tahun 2002 Brazil yang menjadi juara menempati pemuncak grup C dengan menyapu bersih semua pertandingan melawan Turki, Kosta Rika, dan Cina. Pada piala dunia 2018 tim yang mengisi grup tersebut adalah Prancis sebagai pemuncak klasemen didampingi Denmark, Austraila, dan Peru.

Selain tampilnya Perancis sebagai juara Piala Dunia 2018 , sejarah yang terulang tersebut mulai dari tersingkirnya juara bertahan Piala Dunia 2014 Jerman, yang langkahnya terhenti di fase grup. Pada 2002, Prancis sebagai juara piala dunia 1998, pada edisi 2002 tidak mampu berbuat banyak di grup A dengan menduduki posisi buncit tabel klasemen dengan raihan satu poin.

Berikut Hasil Pertandingan Final Piala Dunia dan Juaranya

1930 Uruguay 4–2 Argentina di Montevideo, Uruguay (Uruguay)

1934 Italia 2–1 Cekoslovakia di Roma, Italia (Italia)

1938 Italia 4–2 Hungaria di Paris, Prancis (Italia)

1950 Uruguay 2–1 Brasil Rio di de Janeiro, Brasil (Uruguay)

1954 Jerman Barat 3–2 Hungaria di Bern, Swiss (Jerman Barat)

1958 Brasil 5–2 Swedia di Solna, Swedia (Brazil)

1962 Brasil 3–1 Cekoslovakia di Santiago, Cile (Brazil)

1966 Inggris 4–2 Jerman Barat di London, Inggris (Inggris)

1970 Brasil 4–1 Italia di Mexico City, Meksiko (Brazil)

1974 Jerman Barat 2–1 Belanda di Munchen, Jerman Barat (Jerman Barat)

1978 Argentina 3–1 Belanda di Buenos Aires, Argentina (Argentina)

1982 Italia 3–1 Jerman Barat di Madrid, Spanyol (Italia)

1986 Argentina 3–2 Jerman Barat di Mexico City, Meksiko (Argentina)

1990 Jerman Barat 1–0 Argentina di Roma, Italia (Jerman Barat)

1994 Brasil 0–0 Italia di Los Angeles, Amerika Serikat (Brazil)

1998 Prancis 3–0 Brasil di Paris, Prancis (Prancis)

2002 Brasil 2–0 Jerman di Yokohama, Jepang (Brazil)

2006 Italia 1–1 Prancis di Berlin, Jerman (Italia)

2010 Spanyol 1–0 Belanda di Johannesburg, Afrika Selatan (Spanyol)

2014 Jerman 1–0 Argentina di Rio de Janeiro, Brasil (Jerman)

2018 Perancis 4-2 Kroasia di Rusia (Perancis). (*)


Juara Piala Dunia
5 kali - Brasil
4 kali - Jerman, Italia
2 kali - Argentina, Uruguay, Prancis
1 kali - Spanyol, Inggris

Penulis: Eko Fajri