Mengenang Soeratin, Ketum PSSI Pertama

"Soeratin melihat sepak bola sebagai wadah terbaik untuk menyemai nasionalisme di kalangan pemuda sebagai sarana untuk menentang Belanda."
HUT PSSI ke-88 (PSSI)
harus mati dalam kemiskinan.

Tak pernah pula, Soeratin memproklamasikan diri sebagai pahlawan. Ia hanya ingin memperjuangkan semangat puluhan juta pemuda Nusantara demi meraih kewibawaan dan harga diri Indonesia. Dia ingin memberi dan mengalirkan gagasan agar makna sesungguhnya dalam sepak bola dapat jadi warisan emas bagi anak cucu bangsa.

Jasanya dalam persepak bolaan nasional diabadikan dalam nama trofi yang diperebutkan dalam kompetisi sepak bola junior tingkat nasional, Piala Suratin. Terima kasih Ir Soeratin. Engkau telah menetapkan pondasi dasar untuk sepak bola Indonesia. Engkau juga telah menginspirasi untuk mengangkat kebesaran bangsa lewat sepak bola. Sepak bola terbukti bisa menjadi pemersatu. Karena saat di lapangan, bahasanya satu, bahasa sepak bola.

PSSI