Kemenpora Desak PSSI Usut Kasus Meninggalnya Suporter

"Kemenpora pun meminta PSSI agar mengusut dan menindak tegas semua pihak yang terlibat insiden tersebut"
PSSI (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Kemenpora ikut berbelasungkawa atas insiden kericuhan antar suporter pada laga PSMS Medan versus Persita Tangerang. Kemenpora pun meminta PSSI agar mengusut dan menindak tegas semua pihak yang terlibat insiden tersebut.

Laga antara PSMS melawan Persita pada laga Grup B babak 16 besar Liga 2 di Stadion Mini Persikabo, Kabupaten Bogor, berjalan lancar sampai peluit panjang dibunyikan. Namun setelah itu, suporter kedua tim bentrok hingga ke luar stadion.

Insiden itu bermula ketika pada pendukung Persita masuk ke lapangan dan melakukan protes kepada skuat Pendekar Cisadane karena kalah 1-0 di laga tersebut. Setelah itu, mereka memprovokasi suporter PSMS dan terjadilah kericuhan.

"Kemenpora menyampaikan pernyataan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya Banu Rusman, suporter Persita Tangerang. Semoga Almarhum diterima di sisi-Nya dan kepada keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kemenpora.

Pihak Kemenpora juga meminta agar PSSI mengusut insiden tersebut secara serius agar kejadian serupa tak terulang kembali. Selain itu, PSSI juga didesak agar memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terlibat dalam kisruh itu, tanpa pandang bulu.

Kemenpora meminta dengan sungguh-sungguh agar PSSI mengusut tuntas masalah tersebut, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Kemenpora telah mencatat bahwa dalam 6 bulan terakhir ini masih cukup banyak kekerasan yang sangat memprihatinkan yang terjadi di sejumlah pertandingan baik di Liga 1 dan Liga 2.

"Kemenpora meminta dengan sungguh-sungguh agar PSSI menindak tegas siapapun yang diduga keras baik langsung maupun tidak langsung atas terjadinya peristiwa yang memakan korban jiwa dan luka-luka tersebut. Tidak peduli apapun lantas belakang terduga pelakunya, maka PSSI harus bertindak tegas, tidak perlu ragu sedikitpun dan harus obyektif," bunyi akhir rilis tersebut. ... Baca halaman selanjutnya