Pasca Ricuh PSMS dan Persita, Ketua PSSI : Prajurit Dilarang Masuk Stadion

"Edy pun untuk sementara akan melarang para prajurit menonton langsung pertandingan sepakbola di stadion"
Ketua PSSI, Edy Rahmayadi (istimewa)

KLIKPOSITIF -- Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi menyayangkan terjadinya keributan antara suporter PSMS Medan dan Persita Tangerang. Edy pun untuk sementara akan melarang para prajurit menonton langsung pertandingan sepakbola di stadion.

Laga antara PSMS dan Persita merupakan partai terakhir Grup B babak 16 besar Liga 2. Pertandingan yang dilangsungkan di Stadion Mini Persikabo, Kabupaten Bogor, Rabu (11/10) tersebut berjalan lancar tanpa hambatan selama 90 menit.

Namun, setelah itu kericuhan muncul karena suporter Persita memprovokasi para pendukung PSMS di tribun timur. Akibatnya, para pendukung PSMS yang banyak dari kalangan prajurit turun dari tribun dan memukul balik para suporter Persita hingga ke area luar stadion.

Alhasil, belasan suporter Persita masuk ke rumah sakit dan satu orang meninggal dunia. Edy lantas menyatakan untuk sementara tidak akan mengizinkan suporter dari kalangan prajurit masuk ke dalam stadion.

Pria yang juga menjabat sebagai Pangkostrad TNI ini bakal menginvestigasi dan memberikan hukuman jika ada prajurit yang kedapatan bersalah dalam tragedi tersebut.

"Saya akan cari tahu apa sebabnya karena yang saya tahu sementara ini, sebelum kerusuhan suporter yang disana melempari suporter prajurit. 15 prajurit kepalanya bocor-bocor," ujar Edy Rahmayadi via rilis.

Edy juga mengucapkan rasa belasungkawanya kepada Banu Rusman, remaja 17 tahun yang meninggal akibat insiden tersebut. Edy mengaku sangat menyayangkan jatuhnya korban jiwa dalam kericuhan itu."Kami juga ikut berduka dan menyampaikan rasa simpati kami untuk keluarga korban," tandasnya. (*)

sumber : bola.net