Ini Regulasi Kompetisi ISL 2017 Versi Exco PSSI

"Salah satunya, menggunakan format 2+1, yakni 2 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia"
Suasana di kongres PSSI 8 Januari 2017. (pssi.org)

JAKARTA, KLIKPOSITIF -- Tanda tanya mengenai format kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Indonesia mulai terjawab. Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pun sudah memantapkan regulasi kompetisi untuk Indonesia Super League (ISL) tahun ini dan kesiapan untuk menggelar ISL pun semakin matang.

Menurut salah seorang anggota Executive Commitee (Exco) PSSI, Verry Mulyadi saat dihubungi KLIKPOSITIF, Selasa 10 Januari 2017 menyebut, dalam kongres yang digelar PSSI beberapa waktu lalu juga sudah didapat keputusan final.

"Salah satunya, menggunakan format 2+1, yakni 2 pemain asing non Asia dan 1 pemain asing Asia," jelasnya.

Dia menyebut, saat kongres berlangsung, Sekjen juga sudah memaparkan regulasi untuk kompetisi League 1 ISL. Ada beberapa poin penting yakni, ditetapkannya 2 pemain asing asal Amerika/Eropa/Afrika ditambah 1 pemain Asia. Kemudian, pemain U-35 dibolehkan bermain, sementara untuk pemain U-23 minimal 5 pemain dan 3 pemain harus berada di starting line up.

"Lalu, untuk League 2 (Divisi Utama), para pemain rata-rata harus berusia 25 tahun. Sedangkan, untuk league 3 (Liga Nusantara), para pemain rata-rata berusia 21 tahun. Ketua Umum sudah mengetuk palu mengenai regulasi tersebut," tulis Feri.

Selain itu, sejumlah hal juga sudah diputuskan dalam Kongres Tahunan PSSI tersebut, salah satunya terkait nasib tujuh klub yang sebelumnya dihukum.

Tujuh klub itu adalah Persebaya Surabaya, Arema Indonesia, Persema Malang, Lampung FC, Persewangi Banyuwangi, Persibo Bojonegoro dan Persipasi Bekasi. Ketujuh klub itu diampuni dan kembali menjadi anggota PSSI.

Persebaya yang dianggap sebagai salah satu dari lima klub legenda Indonesia diputuskan bermain di Divisi Utama. Sedangkan lainnya harus memulai dari Liga Nusantara. ISL ditetapkan berlangsung 26 Maret, Divisi Utama sekitar satu minggu setelah ISL. (*)